Selasa, 19 Oktober 21

Prof Asep Warlan: Presiden Harus Buka Peluang Bintang Dua Jadi Calon Kapolri

Prof Asep Warlan: Presiden Harus Buka Peluang Bintang Dua Jadi Calon Kapolri

Bandung- Menanggapi pernyataan anggota Komisi III DPR RI Nasir Jamil di obsessionnews.com, Rabu (28/1) dengan tema potong satu generasi di tubuh Polri, ternyata pengamat hukum tata negara Universitas Parahyangan Bandung, Jawa Barat, Prof  DR Asep Warlan Yusuf, MH mengaku setuju dengan pernyataan tersebut. “Saya setuju dengan pernyataan Nasir Jamil terkait pemilihan Kapolri,” papar Asep kepada obsessionnews.com, Kamis (9/1)

Asep menilai pemilihan calon Kapolri harus dibuka seluas mungkin, terutama peluang untuk bintang dua (inspektur jenderal), sehingga terjadi kompetisi dan seleksi yang sehat. Meskipun Presiden memiliki hak sepenuhnya untuk pengangkatan calon Kapolri, namun lebih banyak opsi atau pilihan bagi Presiden maka akan lebih baik lagi.

“Untuk menemukan polisi bersih, kompeten dan memiliki leadership untuk Kapolri hanya dapat dilakukan oleh Presiden dengan cara yang selektif, serta membuka peluang bagi bintang dua untuk dapat dicalonkan,” papar Asep.

Penyeleksian seperti itu akan terjadi apabila Presiden memiliki karakter pemberani, tegas, bijak, cerdas, dan tulus. Namun demikian Asep mengakui, jika sifat tegas seperti itu belum ada pada diri Jokowi. Asep berharap sifat seperti itu segera terwujud dalam diri Jokowi, karena potensinya cukup besar, sehingga mampu melahirkan calon Kapolri yang bersih.

“Intinya untuk mengisi jabatan Kapolri dan jabatan penting lainnya adalah terletak pada kemuliaan dan keadaban pemimpinnya,” ucap Asep. (Dud)

Related posts