Kamis, 21 November 19

Produsen Kapal dan Dermaga Apung Pacu Hilirisasi Industri Petrokimia

Produsen Kapal dan Dermaga Apung Pacu Hilirisasi Industri Petrokimia
* Menteri Perindustrian Saleh Husin didampingi Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian I Gusti Putu Suryawirawan menerima kunjungan Direktur Utama PT Floaton Bahari Indonesia Hary Supriadi di Kementerian Perindustrian di Jakarta,Senin (20./6/2016).

Jakarta, Obsessionnews.com – Pengembangan industri hulu petrokimia di Indonesia terus mendorong aktivitas industri turunan, salah satunya ialah produksi kapal, dermaga apung dan keramba berbahan high density polyethylene (HDPE).

Menteri Perindustrian Saleh Husin mengungkapkan, industri hilir domestik yang memanfaatkan HDPE turut meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri.

Bahan yang dikenal elastis, kuat, tahan benturan, tahan cuaca dan ramah lingkungan ini diproduksi oleh industri petrokimia yang mengolah hidrokarbon (crude oil) lantas menghasilkan produk nafta dan berlanjut menjadi HDPE.

Karateristik material HDPE sendiri lebih ringan dari air dan memiliki ketahanan yang tinggi. Keunggulan lainnya ialah dapat didaur ulang dan dapat dibentuk sesuai cetakan pada suhu dan tekanan tertentu.

“HDPE yang dihasilkan industri petrokimia kita sudah diaplikasi menjadi produk akhir oleh pabrik-pabrik kita. Ini juga melibatkan para pemilik usaha yang melakukan inovasi terhadap penggunaan bahan baku yang dihasilkan industri nasional,” kata Saleh Husin usai menerima Presiden Direktur PT Floaton Bahari Indonesia Hary Supriadi di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Senin (20/6/2016).

Sementara itu Presiden Direktur Floaton Bahari Hary Supriadi menerangkan, HDPE juga mempunyai permukaan yang halus sehingga memiliki koefisien gesek atau friction loss yang kecil dan biaya perawatan murah karena mudah dibersihkan.

“Produksi kami antara lain kapal HDPE, dermaga apung dan keramba. Untuk kapal digunakan oleh perusahaan produsen minyak lepas pantai, juga bisa menjadi kapal patroli dan kapal penumpang. Aplikasinya fleksibel,” katanya.

Sementara dermaga apung digunakan oleh instansi pemerintah bidang perhubungan dan kelautan. Sedangkan beberapa pemerintah daerah memanfaatkan keramba produk Floaton untuk perikanan budi daya.

Dalam proses produksi, Floaton menggunakan HDPE yang dihasilkan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. Perusahaan ini merupakan produsen petrokimia terintegrasi dan mengoperasikan naphtha cracker di Indonesia yang memproduksi olefins dan polyolefins berkualitas tinggi, dan merupakan produsen domestik tunggal styrene monomer dan butadiene.

Untuk memproduksi kapal, Floaton Bahari bersama Pusat Studi Kelautan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS Surabaya) mengembangkan desain kapal. Sifat kapal HDPE yang elastis dan kuat, mampu menahan benturan, tahan terhadap cuaca buruk (sea stage 3) dan mengatasi kemiringan hingga 40 derajat.

“Dermaga apung kami sudah dipakai di Nusa Tenggara Barat (Pelabuhan Pemenang, Gili Nanggu, Benete Sumbawa Besar), Ternate Maluku Utara, Saunan Ketapang Kalbar, dan Anambas Kepulauan Riau,” ujar Hary.

Dermaga apung cocok untuk pulau-pulau kecil, sungai yang menjadi sarana transportasi, daerah yang sulit dijangkau alat berat dan danau untuk rekreasi. Sementara, produk Keramba Jaring Apung (KJA) Floaton sudah digunakan di Bengkulu, Nusa Lembongan Bali, Pulau Panjang Riau dan Anambas Kepri.

Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin I Gusti Putu Suryawirawan mengatakan, berkembangnya industri yang memanfaatkan HDPE menunjukkan multiplier effect hilirisasi industri petrokimia menjadi semakin terlihat.

“Ini juga merangsang lahirnya inovator, perintis usaha, periset serta pemain bisnis baru. Anggaran belanja dari instansi pemerintahan, pemda dan perusahaan swasta juga tidak perlu lari ke produk impor,” ujarnya. (Aprilia Rahapit, @aprilia_rahapit)

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.