Kamis, 9 Desember 21

Produksi Padi Unsoed Ungguli Ciherang

Produksi Padi Unsoed Ungguli Ciherang
* Panen di Kec.Cipari Kab.Cilacap.

Purwokerto, Obsessionnews – Petani lahan kering di Desa Karangreja Kecamatan Cipari Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah mengajukan permohonan perluasan areal tanam INPAGO UNSOED 1 untuk lahan di bawah tegakan cengkeh yang tersebar luas di desanya.  Produksi per hektar padi varietas unggul INPAGO UNSOED 1 yang dirakit oleh peneliti Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) ini jauh lebih tinggi dibanding varietas Ciherang yang biasa mereka tanam di areal tanam cengkeh.

Hal ini dikemukakan Dyah Susanti SP MP, Dosen Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman  (Unsoed), Purwokerto Jawa Tengah, yang juga salah satu Tim Peneliti Padi Varietas Unggul INPAGO UNSOED 1 serta Tim Website Fakultas Pertanian Unsoed, Senin (6/4/2015).

Menurutnya, Produksi 5,4 ton per hektar pada lahan marjinal dan di bawah tegakan cengkeh ini sangat menggembirakan petani setempat, karena sebelumnya petani hanya mendapatkan hasil panen sekitar 3 ton per hektar dari penanaman varietas Ciherang.  Padahal Ciherang saat ini merupakan varietas unggul yang paling banyak dibudidayakan petani karena stabilitas hasilnya yang tinggi di berbagai lokasi dan musim.

Pak Solikhun, salah satu petani setempat juga menyampaikan kekagumannya terhadap hasil Inpago Unsoed 1 yang lebih tinggi dari Ciherang, meskipun dibudidayakan dengan teknik budidaya sederhana yang biasa dilakukan petani.  Sebelumnya diketahui bahwa program penanaman padi di lahan Perhutani oleh Provinsi Jateng bekerja sama dengan UGM yang dilaksanakan secara intensif dengan sistem Integrated Farming menggunakan varietas Inpago 5 hanya mampu mencapai produksi yang sama dengan Inpago Unsoed 1 yang dibudidayakan secara sederhana.

Lebih tingginya produksi Inpago Unsoed 1 dibanding Ciherang, dan sama dengan produksi Inpago 5 yang dibudidayakan secara intensif ini menumbuhkan  harapan Pak Solikhun dan para petani lahan kering di Cipari atas meningkatnya pendapatan mereka dari bertani padi, sambil menanti hasil panen cengkeh yang hanya bisa dipanen satu kali dalam satu tahun pada musim tertentu.

Sesaat setelah acara panen yang dilaksanakan oleh Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (BP2KP) Kabupaten Cilacap, Ir.Susilan, pemulia Inpago Unsoed 1 (Prof.Ir.Totok Agung Dwi Haryanto,M.P.,Ph.D.) beserta jajaran Kodim dan Koramil setempat,  Camat Cipari Ir.Budi Narimo menyampaikan bahwa selain ditanam di lahan kering di bawah tegakan cengkeh, di wilayah Kecamatan Cipari Inpago Unsoed 1 juga dicoba ditanam di lahan sawah, di Desa Mulyadadi.

Pada penimbangan hasil panen di lahan sawah, diketahui bahwa produksi Inpago Unsoed 1 mencapai 10,4 ton per hektar, jauh lebih tinggi dari Situbagendit dan Ciherang yang berkisar antara 8 – 9 ton per hektarnya di desa tersebut.

Menurut Pak Teguh, petani yang menanamnya, hasil tanaman padi ini disukai oleh para petani setempat karena malainya yang panjang, jumlah gabahnya yang banyak dalam satu malai dan bijinya yang hampir semuanya terisi penuh.  Beberapa varietas yang pernah dicoba oleh Pak Teguh dan para petani setempat, saat ini banyak beredar varietas-varietas yang penampilannya tidak sesuai dengan informasi yang tersebar di media maupun dari mulut ke mulut.

Mereka berharap agar penyuluh BP2KP Kabupaten Cilacap dan Universitas Jenderal Soedirman dapat memberikan informasi dan pendampingan teknologi varietas unggul padi lebih lanjut untuk mengurangi dampak kerugian bagi petani.

Camat Cipari Ir.Budi Narimo berharap Unsoed dan BP2KP Kabupaten Cilacap mengembangkan program penanaman Inpago UNSOED 1 di Kecamatan Cipari pada musim tanam kedua untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar perkebunan cengkeh. Setidaknya ada sekitar 40 Ha lahan kering di bawah tegakan cengkeh yang siap ditanami padi gogo aromatik.

Prof Ir Totok Agung, DH, MP, Ph.D menyampaikan bahwa Unsoed siap mendukung program peningkatan produktivitas padi di lahan kering di Cipari dan di daerah-daerah lain.  Unsoed bekerja sama dengan PT. Amerta Indonesia telah memproduksi secara massal benih bersertifikat Inpago Unsoed 1 sehingga dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat.

Prof Totok juga menyebutkan bahwa tingginya produksi Inpago Unsoed 1 di lahan kering di bawah tegakan cengkeh bukan satu-satunya keunggulan padi gogo aromatik ini.  Produksi INPAGO UNSOED 1 yang dirakit oleh dua pemulia padi UNSOED, Prof.Dr.Ir.Suwarto,M.S. dan Prof.Ir.Totok Agung Dwi Haryanto,M.P,Ph.D. ini juga menjadi jauh lebih tinggi jika ditanam di lahan sawah, karena selain varietas ini berasal dari persilangan padi gogo dan padi sawah, secara umum di sawah budidayanya lebih intensif dan daya dukung lingkungan mikronya lebih optimal.

Petani juga diharapkan mencoba rasa nasi INPAGO UNSOED 1, karena rasa dan aroma nasi padi ini berbeda dengan padi-padi gogo lainnya yang pera dan tidak wangi.  Pulen dan beraroma wangi pandan merupakan keunggulan lain dari varietas unggul INPAGO UNSOED 1.

Keunggulan-keunggulan ini diharapkan mampu mendukung upaya peningkatan kesejahteraan petani padi melalui program-program pemerintah, berbagai pihak dan kemandirian petani, sekaligus mendukung upaya mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan. (Asma)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.