Jumat, 3 Februari 23

Prita Kemal Gani Luncurkan Buku Biografi 30 Tahun sebagai Pendidik

Prita Kemal Gani Luncurkan Buku Biografi 30 Tahun sebagai Pendidik
* Bersamaan dengan perayaan Dies Natalis LSPR ke-30 tahun, Prita Kemal Gani meluncurkan buku biografi berjudul: 'Prita Kemal Gani, 30 Tahun Sebagai Pendidik. Multi Peran Menjadi Pemimpin, Tokoh Humas, Istri, dan Ibu'.(Foto: LSPR)

Obsessionnews.com – Bersamaan dengan perayaan Dies Natalis LSPR ke-30 tahun, Prita Kemal Gani meluncurkan buku biografi berjudul: ‘Prita Kemal Gani, 30 Tahun Sebagai Pendidik. Multi Peran Menjadi Pemimpin, Tokoh Humas, Istri, dan Ibu’. Buku biografi ini ditulis oleh Asteria Elanda, dan diterbitkan oleh Penerbit Kepustakaan Populer Gramedia (KPG). Mulai 7 Desember 2022 buku sudah bisa diakses oleh masyarakat seluruh Indonesia di Toko Buku Gramedia, Gramedia Digital dan Google Book serta LSPR Plaza.

 

 

 

Baca juga:

Ini Misi Prita Kemal Gani untuk Dunia PR dan Komunikasi

Dinilai Miliki Kontribusi Besar di Dunia Pendidikan, Prita Kemal Gani Dapat Gelar Doktor Kehormatan

 

 

Lewat buku setebal 184 halaman, Prita membagikan pengalaman hidupnya dalam 10 episode. Antara lain bagaimana memulai membangun LSPR dari nol dengan dua pegawai dan puluhan murid saja, sampai akhirnya bisa meluluskan hampir seratus ribu tenaga terampil di bidang kehumasan, komunikasi, dan bisnis. LSPR juga membuka lapangan kerja yang luas di bidang pendidikan, sektor yang menentukan kualitas suatu bangsa.

“Sejak kecil saya mengagumi sosok seorang guru. Kehadirannya ditunggu, suaranya didengarkan, dan sosoknya dimuliakan. Seorang guru tampil hebat, karena memiliki jawaban dari semua pertanyaan murid-murid di hadapannya,” ucap Prita dikutip dari siaran pers, Rabu (30/11/2022).

Maka ketika Prita sudah bekerja sebagai seorang profesional, di dalam dirinya tetap ingin mewujudkan keinginan menjadi seorang pendidik.

 

 

Namun yang tak kalah menarik adalah episode-episode kehidupannya sebagai seorang pemimpin. Prita menganggap pegawai serta pendidik di LSPR adalah keluarga. Dia mengibaratkan mendirikan LSPR seperti membangun sebuah rumah tangga.

“Sejak awal saya selalu yang terdepan memperjuangkan pegawai. Tak jarang saya menjual perhiasan untuk membayar gaji dosen. Semua kami lakukan bersama-sama, hasilnya kami nikmati bersama,” tutur Prita.

“Mungkin bekerja sebagai pendidik jumlah penghasilannya tidak berlebihan,
namun kami memiliki kebahagiaan yang tak bisa dibeli dengan uang,” lanjutnya.

Dalam jajaran tim LSPR saat ini banyak posisi penting yang dibina dari awal.

“Banyak dari mereka yang kini menduduki posisi-posisi penting di LSPR, awalnya adalah mahasiswa dan kami sekolahkan hingga meraih gelar Phd,” papar Prita.

Layaknya sebuah biografi, bagian yang menyentuh selalu ditunggu-tunggu
pembaca. Antara lain bagaimana ketika LSPR menghadapi cobaan, dan Prita
yang memosisikan diri sebagai nakhoda. Saat itu Prita bertindak tegas ‘menurunkan penumpang’ agar kapal tidak terus dijadikan sasaran senjata, dan tetap bisa berjalan. Sementara di sisi lain ‘penumpang’ yang diturunkan dipastikan bisa tetap meneruskan hidup di kapal yang berbeda.

Tak hanya itu, Prita juga membagikan pengalaman hidupnya yang berharga, karena memiliki seorang anak bungsu dengan spektrum autisme.

“Raysha adalah permata kehidupan dan guru terbaik saya. Raysha mengajarkan pada saya bahasa komunikasi yang lebih tinggi, yaitu bahasa cinta,” kata Prita yang terus aktif dalam komunitas ini.

Bahkan LSPR mengembangkan diri dengan mendirikan London School Beyond Academy (LSBA). Anak-anak berkebutuhan khusus dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) bisa berkembang di LSBA dengan bimbingan dari tenaga-tenaga profesional. Sehingga anak-anak spesial ini akan bisa berkarya, hidup lebih mandiri, bermasyarakat, dan bahagia.

‘Sebuah Website Kosong’ adalah episode ke-7 dalam biografi ini, yang akan memberikan banyak manfaat untuk orang tua yang memiliki anugerah yang sama.

Berbagai tanggapan muncul menyambut hadirnya biografi ini. Salah satunya dari Linda Agum Gumelar.

“Sebagai CEO dan Founder LSPR, Mbak Prita berperan sebagai seorang tokoh public relations di tingkat nasional dan internasional, membuat LSPR terus melangkah maju. Semoga Mbak Prita tidak pernah berhenti dan jangan pernah lelah untuk memajukan pendidikan di Indonesia,” kata Linda.

Prilly Latuconsina, yang merupakan alumni LSPR, ikut berkomentar.

“Saya terinspirasi sosok Ibu Prita Kemal Gani yang memiliki pribadi kuat dan berkarakter. Seorang pemimpin yang dapat memberikan pengaruh besar kepada institusi pendidikan khususnya dunia public relations, seorang visioner dengan pemikiran matang yang dapat membuat keputusan strategis. Ibu Prita memberikan saya semangat besar untuk berkarier dan meraih apa yang saya inginkan sebagai seorang perempuan yang mandiri,” ujar Prilly.

Seorang Youtuber terkenal, Edho Zell, juga memberikan tanggapan.

“Di bawah pimpinan Ibu Prita, LSPR menjadi kampus yang relevan dengan zaman, praktis di dunia profesional, dan menjadikan mahasiswanya siap berkarya dan memberikan dampak positif untuk Indonesia.”

Angkie Yudistia, Staf Khusus Presiden Republik Indonesia, salah satu yang ikut senang atas terbitnya biografi ini.

“Saya yakin dengan pengalaman dan kemampuan Ibu Prita Kemal Gani, LSPR akan semakin maju. LSPR juga menjadi kampus yang ramah bagi semua mahasiswanya, termasuk untuk penyandang disabilitas seperti saya. Tidak berlebihan kalau saya mengatakan, bahwa LSPR adalah kampus yang menerapkan inklusifitas di dalam wilayah kampus,” tutur Angkie.

Dengan rendah hati Prita berharap semoga biografi ini bermanfaat bagi masyarakat. LSPR akan terus mengembangkan diri dengan perspektif global, di mana tidak ada lagi sekat antar negara.

“Kami siap masuk ke ruang lingkup dunia, menjadi masyarakat dunia yang saling terhubung dalam semua aspek kehidupan, baik dalam bidang ekonomi, politik, budaya, teknologi, maupun lingkungan,” katanya.

Prita menyadari persaingan akan semakin ketat, dan bertekad harus berjuang untuk bisa sejajar dengan negara maju.

“Di era global persaingan akan berasal dari negara-negara lain, maka saya siapkan tim pengajar dan mahasiswa LSPR untuk giat belajar dan mengembangkan diri, dengan berkomitmen pada kearifan lokal. Nilai-nilai kebudayaan Indonesia tidak akan direduksi oleh globalisasi,” ucapnya.

Rasa kekeluargaan, empati, simpati, solidaritas, dan kebersamaan, akan selalu menjadi landasan kerja Prita dan LSPR.

“Saya persembahkan buku ini untuk semua pembaca yang sepakat bahwa ilmu
pengetahuan adalah investasi yang paling berharga,” kata Prita, seperti yang tertulis di halaman awal biografi.

Tentang LSPR
London School of Public Relations – Jakarta berdiri sejak 1 Juli 1992 adalah sebuah perguruan tinggi swasta yang menyelenggarakan program sarjana ilmu komunikasi yang terbagi atas enam konsentrasi pilihan, yaitu Public Relations, International Relations, Marketing, Mass Communication, Digital Media Communication & Advertising dan Performing Arts Communication, serta program pasca sarjana yang terbagi menjadi empat konsentrasi, yaitu Corporate Communication, Marketing Communication, International Relations Communication dan Mass Media Management.

Saat ini LSPR – Jakarta memiliki hampir serratus ribu lulusan. Data LSPR Career Centre menunjukkan tingkat serapan lulusan LSPR di dunia kerja mencapai 90% lulusan. LSPR Career Centre selain menyelenggarakan seminar dan pelatihan, menyediakan informasi lowongan pekerjaan, juga membantu menyalurkan alumni ke bidang pekerjaan yang mereka inginkan baik dalam dan luar negeri.

Sejak 2002 LSPR selalu mendapat pengakuan dari Badan Akreditasi Nasional dengan nilai A. Untuk program S1 LSPR telah mendapat pengakuan internasional dari lembaga akreditasi internasional yakni British Accreditation Council – London, United Kingdom. Dan mempunyai 54 universitas partners di seluruh dunia, di antaranya: Coventry University – UK, The Hague University – Netherland, European University – Germany, Tomori Pal Foiskola – Hungary, Hotel Institute Monteux – Switzerland, Dublin City University – Ireland, Zealand Academy of Technologies and Business – Zealand, Universidad Nebrija – Spain, Voronezh State University – Russia, New York Film Academy – US, Thompson Rivers University – Canada, Edith Cowan University – Australia, Taylor’s University – Malaysia, Beijing Normal University – China, University of Saint Joseph – Macau, Osaka International University – Japan, Sogang University – Korea, University of Asia and The Pacific – Philippines, Chulalongkorn University – Thailand, SRM University – India, University of Liberal Arts Bangladesh – Bangladesh, dan lain-lain.

Pada 9 November 2016, LSPR telah menerima surat keputusan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Nomor 345/M/KPT/2016 mengenai penyelenggaraan Pendidikan Jarak Jauh pada lingkup program studi Ilmu Komunikasi. LSPR juga mendapatkan tiga penghargaan dari KEMENRISTEK DIKTI pada tanggal 30 November 2016 dengan predikat Peringkat I di Kalangan Sekolah Tinggi untuk Aspek Kelembagaan, Peringkat I di Kalangan Sekolah Tinggi untuk Aspek Kemahasiswaan dan Peringkat II di Kalangan Sekolah Tinggi untuk Aspek Ketenagaan.

Kemudian LSPR bertransformasi menjadi Institut Komunikasi dan Bisnis atau LSPR Communication & Business Institute berdasarkan Keputusan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi dengan Nomor 1035/KPT/I/2019. Surat keputusan tersebut diberikan oleh Bapak Dr. M. Samsuri, S.Pd., M.T (Plt. Kepala Lembaga LLDIKTI Wilayah III) dan diterima oleh LSPR Manajemen pada Hari Selasa, 12 November 2019 di Kantor LLDIKTI Wilayah III Jakarta.

LSPR kini menyelenggarakan tujuh Program Studi, yaitu Ilmu Komunikasi Program Magister, Ilmu Komunikasi Program Sarjana, Ilmu Komunikasi Program Sarjana Pendidikan Jarak Jauh yang diselenggarakan di Provinsi Bali, Desain Komunikasi Visual Program Sarjana, Manajemen Program Sarjana, Pariwisata Program Sarjana, dan Bisnis Jasa Program Sarjana.

LSPR terakreditasi A dari BAN – PT (Badan Akreditasi Nasiona Perguruan Tinggi). Pada tahun 2019, LSPR mendapatkan rekognisi sebagai Kampus yang menjalankan etika, menjadi instusi Pendidikan yang terpercaya dari Global Alliance for Public Relations and Communication Management. Pada tahun 2021, Fakultas Komunikasi dan Fakultas Bisnis LSPR mendapatkan akreditasi dari Global Alliance for Public Relations and Communication Management.

Tahun 2022 LSPR mendapatkan akreditasi British Accreditation Council serta LSPR kembali masuk 50 besar WURI (World’s Universities With Real Impact) untuk kategori Entrepreneurial Spirit (urutan 41), Crisis Management (urutan 46). Dalam kategori nasional, LSPR merupakan partisipasi aktif pada Program Pembinaan Kesadaran Bela Negara (PKBN) , mendapatkan rekognisi Kinerja Media Sosial 10 Terbaik di LLDikti Wilayah III.

Selain itu bersama Universitas Gunadarma konsorsium Matching Fund Kedai Reka dan Mendapatkan dana hibah dikti untuk pelaksanaan Support System Merdeka Belajar Kampus Merdeka.

Tentang Dr. (H.C) Prita Kemal Gani, MBA, MCIPR, APR, FIPR
President of ASEAN Public Relations Network and Chair of Asia Pacific Regional Council for Global Alliance. Prita dikenal sebagai pengusaha progresif, Ia memiliki dan mengoperasikan Sekolah Hubungan Masyarakat & Komunikasinya sendiri yang terkenal, Institut Komunikasi & Bisnis LSPR dan sekarang diakui sebagai sekolah komunikasi terbaik bangsa dengan Kerjasama global dan kumpulan pengetahuan dari berbagai kampus internasional sebagai jaringannya.

Pada 15 November 2021 Prita mendapatkan gelar doktor kehormatan di bidang Public Relations oleh Coventry University untuk kontribusi yang sangat besar terhadap dunia pendidikan yang terkait Public Relations dan komunikasi di kawasan ASEAN. Prita dianugerahi sebagai ASEAN People’s of the year selama ASEAN Summit Meeting tahun 2015.

Prita adalah Ernst and Young Entrepreneurial Winning Women Class of 2015. Selain itu juga menjadi Executive Board Member Regional Delegate at Large (Asia) di Global Alliance for Public Relations & Communication Pengelolaan.

Pada 2011 hingga 2014 Prita menjadi Ketua Umum Perhumas (Perhimpunan Humas Indonesia) wanita pertama. Dan atas kontribusinya dalam dunia humas, Prita terpilih sebagai Public Relations of the Year oleh Federasi Perusahaan Pers Indonesia (Serikat Perusahaan Pers Indonesia atau SPS).

Pada tahun 2022 Prita mendapatkan Global ICON AWARD dari Global Alliance for Public Relations and Communicatio serta mendapatkan gelar Fellow of the Institute atau rekognisi untuk distinguished service dalam bidang Public Relations dari Institute of Public Relations Malaysia. (red/arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.