Senin, 25 Oktober 21

Prihatin Metode Belajar Saat Ini, Kelas Inspiratif Digelar

Prihatin Metode Belajar Saat Ini, Kelas Inspiratif Digelar
* Wali Kota Bandung Ridwan Kamil bersama anak-anak SD.

Bandung, Obsessionnews Sejumlah orangtua siswa SD di Bandung menyambut baik ide Inspiratif yang digulirkan Pemerintah Kota Bandung. Kinkin Karlina, seorang warga Cibiru Bandung Timur mengaku tertarik dengan adanya sekolah inspiratif tersebut, Jumat (26/2/2016).

“Menurut saya dengan kelas inspiratif akan terlihat, hobi dan bakat seorang anak, sehingga merasa ada pengakuan terhadap bahan ajar yang disampaikan dengan langsung memerankan diri sebagai sosok yang ia inginkan,” ucapnya.

Kinkin juga menyayangkan masih banyaknya guru SD yang kurang memiliki pemahaman terhadap psikologi anak, sehingga guru hanya berperan sebagai sentral ilmu yang hanya satu arah, bahkan banyak pula guru yang asal-asalan menunjuk anak untuk mewakili sekolahnya mengikuti perlombaan tertentu di sekolah lain padahal anak tersebut tidak memiliki kelebihan ataupun bakatnya, sehingga ditunjuk secara acak, bahkan terkesan keberpihakannnya.

“Nah dengan kelas inspiratif semua siswa kebagian peran tertentu, misalnya berperan sebagai dokter, insinyur, ustadz, wartawan, guru dan profesi lainnya, nah daru situ baru si anak diketahui bakatnya sebagai apa, tidak asal tunjuk, sementara anak lainnya yang justru berbakat menjadi tidak terpilih, karena asal-asalan tadi, ” tegasnya.

Sebagaimana yang telah dilakukan bersama anak-anak Sekolah Dasar kelas III, Wali Kota Bandung M Ridwan Kamil mengisi salah satu kelas untuk mengajar di SD Negeri Balonggede, Jl. Balong Gede No. 49 Bandung, Rabu (24/2) lalu.

Kelas Inspiratif 1

Beberapa relawan dari berbagai latar belakang profesi seperti pilot, polisi, jurnalis, pengusaha, musisi dan profesi lainnya menyenggangkan waktunya untuk menginspirasi murid-murid SD tersebut agar dapat belajar dari para profesional dan menumbuhkan cita-cita.

Ridwan Kamil saat itu berperan sebagai Wali Kota Bandung, mengenalkan tugas-tugas keseharian pemerintahan sebagai abdi masyarakat secara interaktif.

selanjutnya beberapa murid dengan ceria memerankan dirinya sebagai wali kota berkoordinasi dengan kepala dinas secara bergantian dengan skenario penanggulangan bencana seperti banjir, kebakaran dan skenario mendengarkan aspirasi masyarakat serta kampanye politik.

Ridwan berpendapat untuk mengarahkan anak-anak harus direktif, “kadang-kadang mereka malu harus mengungkapkan jadi lebih susah karena harus ada metodologi khusus agar mereka merasa nyaman kemudian mengungkapkan perasaan,” ujarnya usai mengisi kelas.

Lebih lanjut dikatakannya, “harus ditunjuk sebagai peran, saya tunjuk ada yang berperan sebagai walikota, kepala dinas, lalu saya arahkan cara menolong orang, cara koordinasi pemerintah, melatih bagaimana mereka kampanye untuk memenuhi permintaan warga,” katanya.

Kelas Inspirasi Bandung 4 dilakukan serentak di 68 Sekolah Dasar (SD) di 59 lokasi se-Bandung Raya dengan melibatkan 1021 relawan berbagai latar belakang profesi untuk berbagi cerita mengenai profesi mereka yang diharapkan dapat menginspirasi murid-murid SD, juga merupakan kontribusi nyata turun tangan terhadap pendidikan Indonesia.

Para orangtua siswa berharap seluruh SD di kota Bandung mendapat giliran kelas inspiratif agar anak-anak mereka tidak menjadi korban para guru yang salah pilih tadi. (Dudy Supriyadi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.