Jumat, 25 September 20

Prihatin dengan Penusukan Syekh Ali Jaber, Fachrul Razi: Ulama Perwakilan Nabi

Prihatin dengan Penusukan Syekh Ali Jaber, Fachrul Razi: Ulama Perwakilan Nabi
* Menag Fachrul Razi. (Foto: Humas Kemenag)

Jakarta, Obsessionnews.com – Menteri Agama Fachrul Razi turut menyampaikan keprihatinan terkait insiden penusukan Syekh Ali Jaber saat tengah berceramah di Lampung. Ia menekankan ulama harus dilindungi karena mereka adalah perwakilan nabi.

“Itu perhatian kami bersama, kami sepakat garis bawahi mereka itu perwakilan nabi di muka bumi ini. Mereka harus mendapat perlindungan dengan baik dari kita semua,” tutur Fachrul dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI, Senin (14/9/2020).

Fachrul Razi mengatakan tidakan kekerasan berupa kriminal dengan alasan apapun tidak bisa dibenarkan. Apalagi yang menjadi korban adalah seorang ulama.

“Apapun alasannya, apapun motivasinya, tidak dibolehkan orang ditusuk. Apalagi itu ulama,” ujar mantan Wakil Panglima TNI ini.

Sebelumnya Kementerian Agama pun telah mengecam peristiwa penusukan terhadap Syekh Ali Jaber, ulama asal Madinah, Arab Saudi.

“Tindakan tersebut merupakan perbuatan keji dan gangguan terhadap pelaksanaan dakwah,” kata Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama Juraidi dalam keterangan tertulisnya.

Penusukan terhadap Syekh Ali Jaber terjadi pada Minggu petang, 13 September di Masjid Falahudin, Jalan Tamin No 45 Kelurahan Suka Jawa Kecamatan Tanjung Karang Barat, Lampung.

Kejadian penusukan itu bermula saat dia membuka sesi foto bersama para jamaah. Namun, ketika akan berfoto bersama jamaah ibu dan anak, tiba-tiba seorang laki-laki menerobos dan langsung menusuk ulama besar ini.

Pelaku bernama Alpin Andria itu langsung dibekuk setelah sebelumnya sempat dihujani pukulan. Polisi sudah menetapkan kepada yang bersangkutan sebagai tersangka penganiayan. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.