Selasa, 24 November 20

Presiden Trump Hadapi Kudeta dari Dalam Kabinet

Presiden Trump Hadapi Kudeta dari Dalam Kabinet
* Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Mantan penasihat strategi Presiden Amerika Serikat, Stephen K. Bannon, mengomentari artikel kontroversial yang dimuat surat kabar New York Times dan mengatakan, Presiden Donald Trump menghadapi ancaman kudeta dari dalam pemerintahannya sendiri.

Kantor berita Reuters (9/9/2018) melaporkan, mantan penasihat strategi Presiden Amerika, Stephen K. Bannon dalam lawatannya ke Italia terkait artikel kontroversial yang dimuat New York Times hari Rabu lalu mengatakan, apa yang kalian lihat di hari itu seserius apa yang bisa terjadi. Ini adalah sebuah kudeta.

Bannon mengungkapkan, terakhir kalinya presiden Amerika dihadapkan dengan masalah semacam ini adalah di era perang saudara. Saat itu Jenderal George B. McClellan terlibat perseteruan dengan presiden Abraham Lincoln.

“Ini adalah krisis. Amerika hanya pernah mengalami krisis semacam ini pada musim panas tahun 1862, ketika Jenderal McClellan bersama seluruh jenderal-jenderal senior, kubu Demokrat di militer, menganggap Abraham Lincoln tidak layak dan tidak kompeten menjadi panglima tertinggi,” ujarnya.

Bannon yang dipecat dari jabatannya pada Agustus 2017, kepada televisi CBS menuturkan, beberapa anggota Partai Republik meyakini bahwa Trump tidak cocok menjadi presiden Amerika dan ini adalah sebuah krisis.

Sebagaimana diketahui, the New York Times oleh Anonim menyebutkan adanya Gerakan Menggusur Trump dari White House. Gerakan dilakukan oleh para Anggota Kabinet Trump sendiri. > Mereka ramai-ramai mengganjal berbagai Kebijakan Trump. Mereka menyebut Gerakan itu sebagai Gerakan REVOLUSI.

Trump Bohongi Rakyat AS
Anggota Kongres Amerika Serikat mengatakan, Presiden Amerika tidak berbicara jujur kepada masyarakatnya.

Stasiun televisi MSNBC (13/8) melaporkan, salah satu anggota Komite Pengawas yang juga anggota Kongres Amerika, Elijah Cummings mengatakan, kata-kata Presiden Donald Trump berbeda dengan tindakannya, dan dia harus berbicara jujur dengan masyarakat Amerika.

Cummings juga menyinggung permintaan terbaru Trump kepada masyarakat Amerika untuk bersatu dan menuturkan, permintaan ini disampaikan di saat dirinya sendiri (Trump) tidak pernah sekalipun memenuhi tuntutan para pemotres aksi rasis dan tidak pernah menindak statemen serta aksi rasisme.

Sementara itu, salah satu mantan petinggi militer Amerika, Barry McCaffrey mengatakan, selama masa tugas saya, tidak pernah saya menyaksikan seorang presiden yang irasional dan kasar seperti dia.

Caffrey juga menyebut ide Trump untuk membentuk pasukan luar angkasa, sebagai ide bodoh dan tidak realistis.

Statemen dan tindakan tidak terukur Trump kerap membangkitkan kemarahan rakyat dan pejabat Amerika sendiri, serta menuai protes luas dari mereka. (ParsToday)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.