Senin, 18 Oktober 21

Presiden Trump Berusaha Ubah Hasil Pilpres

Presiden Trump Berusaha Ubah Hasil Pilpres
* Donald Trump. (Foto: Ist)

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk membuktikan klaim kecurangan dan mengubah hasil pemilu presiden (Pilpres) di negara ini, melakukan pertemuan dengan sejumlah anggota DPR dari kubu Republik.

Seperti dilaporkan Reuters, Mark Maedows, kepala staf Gedung Putih di akun Twitternya menulis, sejumlah anggota DPR beberapa waktu lalu mengakhiri pertemuannya dengan presiden di tempat kerja Donald Trump dan menyatakan kesiapannya melakukan perlawanan dengan bersandar pada bukti kecurangan di pemilu presiden.

Sebuah sumber yang namanya menolak disebutkan kepada Reuters mengatakan, “Anggota DPR yang hadir di pertemuan ini mitra terpercaya Trump di DPR.”

Menurut laporan media Amerika, Sidney Powell, mantan pengacara Trump hari Senin untuk ketiga kalinya dalam beberapa hari terakhir hadir di Gedung Putih dan disebutkan bahwa ia tengah membujuk Trump untuk mengklaim adanya kecurangan di pilpres.

Tolak Hasil Pilpres, Trump Dihujani Protes
Mantan pengacara Donald Trump menyebut egoisme sebagai alasan mengapa presiden Amerika ini menolak kekalahan di pemilu presiden terbaru.

Michael Cohen Senin (21/12/2020) menilai egoisme dan haus kekayaan sebagai alasan penolakan Donald Trump mengakui kekalahannya di pemilu presiden. Demikian dilapotkan Koran The Huffington Post (HuffPost).

Terkait sikap Trump melanjutkan pertarungan untuk mengubah hasil pemilu dan penolakannya menerima kekalahan dari Biden, Cohen mengatakan, Trump menyadari bahwa ia kalah di pemilu, namun masalahnya adalah ia memililiki sikap egoisme dan ini mencegah dirinya mengakui sebagai pecundang dan kalah dari Biden.

“Langkah Trump ini dimaksudkan untuk mengumpulkan uang,” papar Cohen.

Donald Trump untuk membuktikan klaimnya terkait kecuranga dan berusaha mengubah hasil pemilu presiden, baru-baru ini bertemu dengan sejumlah anggota DPR dari kubu Republik.

Meski hasil pemilu telah diumumkan dan Biden dinyatakan sebagai pemenang, namun Trump masih mengklaim terjadinya kecurangan dan menekankan untuk mengubah hasil pemilu. Padahal proses transisi kekuasaan kepada pemerintahant terpilih sejak lama telah berlangsung dan acara pelantikan presiden pada 20 Januari 2021 mulai dipersiapkan. (ParsToday/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.