Sabtu, 21 Mei 22

Presiden Siapkan Perpres Proyek LRT dan Kereta Cepat

Presiden Siapkan Perpres Proyek LRT dan Kereta Cepat

Jakarta, Obsessionnews – Rencana pembangunan Light Rail Transit (LRT) dan High Speed Train (kereta cepat) Jakarta-Bandung segera diwujudkan dalam waktu dekat. Presiden Jokowi sedang menyiapkan dua Peraturan Presiden (Perpres) sebagai payung hukum realisasi pembangunan proyek tersebut.

“Mudah-mudahan hari ini Peraturan Presidennyanya segera ditandatangani,” ujar Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung saat menggelar jumpa pers di kantor Kepresidenan, Jakarta, Selasa (18/8/2015).

Presiden Jokowi memberikan perhatian secara khusus terhadap rencana pembangunan LRT di Jabodetabek, termasuk untuk high speed train. Diharapkan sebelum tanggal 31 Agustus, segala sesuatu yang menyangkut permasalahan ini sudah bisa selesai.

“Jadi akan ada dua Perpres,” tegasnya kembali didampingi Menko Perekonomian Darmin Nasution dan Menko Maritim Rizal Ramli.

Menurut, Menko Perekonomian Darmin Nasution setelah dibahas secara bersama dalam rapat terbatas masih ada satu hal lagi yang belum bisa disepakti terkait pembangunan LRT itu. Namun dia menolak menjelaskannya kepada wartawan.

“Kita membutuhkan waktu sekitar dua hari untuk menyelesaikan itu. Paling tidak awal minggu depan kita sudah mempunyai keputusan yang bulat mengenai LRT,” kata Darmin.

Adapun Menko Maritim Rizal Ramli menjelaskan, ada beberapa hal penting yang perlu dibahas lebih dalam. Pertama, bahwa seluruh prosesnya harus betul-betul kompetitif, agar kita bisa mendapatkan biaya konstruksi semurah mungkin. Kedua, isu siapa yang menanggung bebannya, karena tentu akan terkait dengan tarif.

“Presiden Jokowi tidak mau tarifnya terlalu mahal sehingga rakyat tidak bisa menikmati. Tentu dengan syarat bahwa sebagian dari pembiayaan itu akan dibiayai oleh pemerintah, bagaimana caranya, bagaimana prosedur, dsb. Itu yang kita masih perlu bahas,” terang Rizal Ramil.

Ketiga, lanjut Menko Maritim, tentang teknologinya supaya bisa compatible. Ia menegaskan, jangan sampai kita punya satu moda transportasi, tapi tidak menyambung sama segmen yang lain.

“Supaya moda transportasi di Jabotabek ini betul-betul bisa integrated. Ide tentang LRT ini ide yang bagus sekali, karena kota sebesar Jakarta tidak mungkin tidak ada transportasi publik yang baik,” papar Rizal Ramli.

Sebagaimana diketahui, pemerintah berencana membangun LRT untuk jalur Bogor – Cawang – Dukuh Atas. Diharapkan jalur ini selesai pembangunannya, dalam artian LRT bisa beroperasi penuh pada tahun 2018.

Pembangunan jalur LRT ini tidak memerlukan pembebasan lahan karena akan memakai jalur tol, dari Bogor – Cawang, Cawang – Dukuh Atas, kemudian Bekasi – Cawang, Cawang – Dukuh Atas. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.