Sabtu, 6 Maret 21

Presiden Korup Ini Mundur Setelah Ditahan Pemberontak! Presiden Ditahan, Rakyat Senang!

<span class=Presiden Korup Ini Mundur Setelah Ditahan Pemberontak! Presiden Ditahan, Rakyat Senang!">
* Setelah ditahan pemberontak, Presiden Mali Keita mundur. (Foto: Time Magazine)

Presiden Mali Ibrahim Boubacar Keïta mundur setelah dikudeta, tuduhan korupsi dan pengelolaan ekonomi pemicunya?

Presiden Keita mengundurkan diri setelah ditahan oleh sejumlah serdadu militer, menurut laporan stasiun televisi pemerintah.

Dalam pidato yang disiarkan di televisi, Keïta mengatakan dia juga membubarkan kabinet pemerintah dan parlemen.

“Saya tidak mau ada darah yang tumpah demi saya tetap berkuasa,” tambahnya.

Hal itu terjadi beberapa jam setelah dia dan Perdana Menteri Boubou Cissé ditahan di sebuah kamp militer dekat ibu kota Bamako, yang menuai kecaman dari kekuatan regional dan Prancis.

“Jika hari ini, elemen-elemen tertentu dari angkatan bersenjata kita ingin ini diakhiri melalui intervensi mereka, apakah saya sesungguhnya punya pilihan?” kata Keïta.

“Saya tidak membenci siapa pun, kecintaan saya pada negara saya tidak memungkinkan saya untuk melakukan hal itu,” tambahnya. “Semoga Tuhan menyelamatkan kita.”

Sebelumnya, tentara yang memberontak dilaporkan telah menguasai kamp Kati.

Terjadi kemarahan di antara elemen militer terkait gaji dan konflik yang berkelanjutan, konflik yang berkelanjutan dengan para jihadis – serta ketidakpuasan terhadap Keïta.

Keïta menjabat sebagai presiden untuk periode kedua dalam pemilu 2018, namun masa jabatannya diwarnai kemarahan publik atas korupsi, pengelolaan perekonomian, serta meningkatnya kekerasan komunal di sejumlah wilayah di negara itu.

Rangkaian hal tersebut memicu sejumlah protes besar-besaran dalam beberapa bulan terakhir. Koalisi oposisi baru yang dipimpin oleh seorang Imam konservatif, Mahmoud Dicko, menyerukan reformasi setelah menolak konsesi dari Keïta, termasuk pembentukan pemerintah persatuan.

Kronologi Pemberontakan
Pemberontakan dipimpin oleh Kolonel Malick Diaw – wakil kepala kamp Kati – dan komandan lainnya, Jenderal Sadio Camara, seperti yang dilaporkan Abdoul Ba dari BBC Afrique di Bamako.

Setelah mengambil alih kamp, ​​yang terletak sekitar 15 km dari Bamako, para pemberontak berbaris di ibu kota, di mana mereka disemangati oleh kerumunan yang berkumpul untuk menuntut pengunduran diri Keïta.

Pada Selasa sore, mereka menyerbu kediaman Keïta dan menangkap presiden dan perdana menteri – saat mereka berdua berada di rumah itu.

Putra presiden, ketua Majelis Nasional, menteri luar negeri, dan menteri keuangan dilaporkan termasuk di antara pejabat lain yang ditahan.

Jumlah tentara yang ambil bagian dalam pemberontakan tidak jelas. Para tentara digambarkan berpatroli di jalan-jalan setelah suara tembakan terdengar.

Kamp Kati juga menjadi fokus pemberontakan pada tahun 2012 oleh tentara yang marah atas ketidakmampuan komandan senior untuk menghentikan jihadis dan pemberontak Tuareg menguasai Mali utara.

Presiden Ditahan, Rakyat Senang!
Presiden Mali Ibrahim Boubacar Keita dan Perdana Menteri (PM) Beoubou Cisse serta anggota kabinet ditahan oleh para tentara yang memberontak. Beberapa jam setelahnya, Keita mengundurkan diri.

Dalam pidato singkat yang disiarkan di televisi pemerintah pada Selasa (18/8), Keita yang terlihat lelah dan mengenakan masker mengumumkan pengunduran dirinya.

“Jadi hari ini, elemen tertentu dari angkatan bersenjata kita ingin ini diakhiri melalui intervensi mereka, apakah saya benar-benar punya pilihan?” ujarnya, seperti dikutip Reuters.

Dari laporan Le Journal du Mali, Keita dan Cisse dibawa ke kamp militer Kati yang terletak 15 km barat laut dari ibukota Bamako pada Senin (17/8) pukul 16.30 waktu setempat.

Pada saat itu, truk militer memblokir jalan dari Kati ke Bamako, semua bisnis dan perkantoran ditutup. (*/BBC News/Reuters/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.