Selasa, 7 Desember 21

Presiden Filipina Tolak Parlemen Eropa Minta Lunak Perangi Narkoba

Presiden Filipina Tolak Parlemen Eropa Minta Lunak Perangi Narkoba

Manila – Presiden Filipina, Rodrigo Duterte saat mereaksi permintaan Parlemen Eropa terhadap dirinya untuk sedikit lunak terkait perang anti narkotika menilai seruan tersebut sebagai sikap riya dan pamer.

Seperti diberitakan IRNA, Rodrigo Duterte Jumat (24/3/2017) menekankan, Manila tidak membutuhkan arahan Uni Eropa dan program tidak efektif yang sampai saat ini gagal menghentikan kejahatan narkotika.

Parlemen Eropa pekan lalu mengkritik langkah presiden Filipina terhadap penyelundup narkotika yang mereka sebut ilegal.

Sejak Juni 2016 sekitar tiga ribu orang tewas di Filipina dengan dalih terlibat dengan mafia narkotika di negara ini.

Sebelumnya, Pemerintah Filipina menolak seruan Parlemen Eropa untuk membebaskan Senator Leila de Lima, mantan menteri kehakiman dan kritikus presiden yang telah ditahan atas tuduhan narkoba.

Seperti dilansir ParsToday, kantor berita IRNA melaporkan, Departemen Luar Negeri Filipina dalam satu pernyataan, Jumat (17/3) mengatakan, resolusi Parlemen Eropa yang menyerukan pembebasan de Lima adalah penghinaan terhadap proses hukum di Filipina.

“Sistem peradilan pidana tetap efektif dan berfungsi dengan baik di Filipina, tidak hanya untuk Senator de Lima tetapi untuk semua,” tambahnya.

Parlemen Eropa pada hari Jumat mengeluarkan sebuah resolusi yang menyerukan pembebasan de Lima.

De Lima ditangkap bulan lalu atas tuduhan menerima suap dari bandar narkoba yang ditahan ketika dia menjabat sebagai Menteri Kehakiman Filipina. (*/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.