Kamis, 2 Desember 21

Prasetyo: Dokter Kebiri Sama Saja dengan Regu Tembak Eksekusi Mati

Prasetyo: Dokter Kebiri Sama Saja dengan Regu Tembak Eksekusi Mati

Jakarta, Obsessionnews – Presiden RI Jokowi telah mengesahkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Perppu ini juga mengatur tentang kekerasan seksual terhadap anak berupa hukuman kebiri kimiawi yang akan diberikan bagi para pelaku kekerasan seksual tersebut.

Namun, hal itu menjadi dilema bagi dokter yang ditugaskan untuk melakukan eksekusi kebiri kimiawi terhadap pelaku kejahatan itu, sebab dinilai melanggar kode etik kedokteran.

Jaksa Agung HM Prasetyo mengatakan, posisi dokter yang ditugaskan untuk mengkebiri sama dengan regu tembak yang ditugaskan untuk eksekusi mati. Karena, penembakan itu diperbolehkan oleh undang-undang, sebagai salah satu penerapan hukuman berat.

“Undang-undang memberikan alasan pemaaf untuk itu. Bukan tindak pidana tapi perintah undang-undang,” ujar Prasetyo di Kejagung, Jakarta Selatan, Jum’at (27/5/2016).

Untuk sekedar diketahui, Presiden Jokowi telah menandatangani Perppu Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Perppu ini memperberat sanksi bagi pelaku kejahatan seksual, yakni hukuman mati, penjara seumur hidup, maksimal 20 tahun penjara dan minimal 10 tahun penjara.

Perppu juga mengatur tiga sanksi tambahan, yakni kebiri kimiawi, pengumuman identitas ke publik, serta pemasangan alat deteksi elektronik. (Purnomo)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.