Selasa, 26 Januari 21

Prancis Hina Nabi, Contoh Penyebaran Kebencian

Prancis Hina Nabi, Contoh Penyebaran Kebencian
* Prancis menghina Nabi. (Foto: TV One)

Para dosen universitas di seluruh Iran telah mengutuk penghinaan Presiden Prancis Emmanuel Macron terhadap Nabi Muhammad Saw.

Menurut laporan IRIB, para dosen universitas di seluruh Iran menekankan dalam sebuah pernyataan pada Selasa (3/11/2020), bahwa tindakan memalukan dari Prancis tidak diragukan lagi merupakan contoh jelas dari penyebaran kebencian, penistaan ​​dan pelanggaran terang-terangan atas hak kebebasan beragama dan berkeyakinan.

Sementara itu, di saat yang bersamaan dengan kelahiran Nabi Muhammad Saw, penyair di seluruh Iran mengutuk penghinaan majalah Prancis Charlie Hebdo kepada Nabi Muhammad Saw dan dukungan Presiden negara ini, serta menekankan penggunaan seni dan sastra untuk menggagalkan konspirasi musuh.

Presiden Prancis Emmanuel Macron baru-baru ini mengatakan dalam pernyataan yang kurang ajar bahwa Prancis akan terus menerbitkan kartun-kartun yang menghina Nabi Muhammad Saw.

Untuk kedua kalinya sejak 2015, majalah Prancis Charlie Hebdo mengulangi penerbitan kartun menghina tentang Nabi Muhammad Saw.

Bukti Umat Islam Eksis
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Uzma Sayid Ali Khamenei menilai kemarahan dan protes umat Islam terhadap penghinaan kepada Nabi Muhammad Saw sebagai indikasi umat Islam masih hidup dan eksis.

Rahbar dalam pidato memperingati maulid Nabi Muhammad Saw dan kelahiran Imam Ja’far Sadiq hari Selasa (3/11/2020) mengatakan bahwa hari ini musuh utama Islam adalah adidaya arogan dan Zionisme yang mengerahkan segenap kekuatannya untuk menghancurkan umat Islam.

Menyinggung penerbitan kartun-kartun yang menghina Nabi Muhammad Saw di Prancis, Ayatullah Khamenei menegaskan, “Seorang kartunis telah melakukan kesalahan, tapi ini bukan hanya penyimpangan dan kerusakan yang dilakukan seorang seniman. Sebab masalahnya terletak pada kebijakan pemerintah yang mendukung perbuatan salah tersebut. Persoalannya seorang pejabat politik secara eksplisit mendukungnya,”.

“Pemerintah Prancis mengaitkan masalah ini dengan hak asasi manusia dan kebebasan berekspresi. Langkah ini justru menjadi kebijakan yang telah merangkul teroris paling kejam di dunia,” tegas Rahbar.

Ayatullah Khamenei menyinggung jejak kelam pemerintah Prancis yang dahulu membantu serigala haus darah seperti Saddam selama perang yang dipaksakan terhadap Iran pada tahun 1980 hingga 1988, dengan menjelaskan bahwa pembelaan terhadap kebiadaban dan tindakan kriminal kartunis adalah satu sisi dari mata uang dengan sisi lainnya mendukung rezim Saddam.

“Para teroris telah membunuh presiden, ketua mahkamah agung dan perdana menteri, serta beberapa pejabat Iran, juga 17.000 orang di jalan dan pasar di negara ini,” papar Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran.

Ayatullah Khamenei mengatakan bahwa kemarahan dan protes umat Islam terhadap penghinaan yang dilakukan media Prancis kepada Nabi Muhammad Saw merupakan pertanda bahwa dunia Islam masih hidup, dan tetap mempertahankan identitas keislamannya. (ParsToday/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.