Sabtu, 28 Mei 22

Pramuka ini Nekad Dua Tahun Keliling Indonesia Pakai Sepeda

Pramuka ini Nekad Dua Tahun Keliling Indonesia Pakai Sepeda
* Anggota SAKA Bhayangkara Maahir Abdulloh sampai di Surabaya.

Jakarta, Obsessionnews.com – Seribu banding satu orang yang berani melakukan aksi nekad seperti Muhammad Maahir Abdulloh. Anggota Satuan Karya (SAKA) Bhayangkara Gerakan Pramuka ini melakukan Ekspedisi Penjelajahan Nusantara (EPN) seorang diri dengan menggunakan sepeda selama 700 hari atau dua tahun.

Apa yang memotivasi Maahir untuk melakukan ekspedisi “gila” ini? Mengapa ia memilih sepeda sebagai alat transportasinya?

Maahir menceritakan, sejak kecil ia mengaku sudah jatuh hati mengikuti kegiatan kepramukaan. Ia juga senang bertualang di alam bebas. Bersama teman-temannya, Maahir hobi jalan-jalan ke daerah menggunakan sepeda. Ia bahkan pernah melakukan ekspedisi Jakarta-Bali dan Jakarta-Yogyakarta menggunakan sepeda.

Akhirnya, ia terbersit melakukan ekspedisi keliling Nusantara menggunakan sepeda. Maahir tahu sudah banyak orang yang melakukan ekspedisi keliling Indonesia untuk mengeksplorasi kekayaan alam dan keberagaman suku serta budaya Indonesia. Namun ia melihat, belum ada yang melakukan itu menggunakan sepeda.

“Berbagai cara sudah dilakukan orang untuk mengeksplor kekayaan Indonesia, mulai dari kekayaan budaya, fauna, flora, gunung, laut, bahkan kekayaan sumber daya alam. Untuk itu, saya mendedikasikan diri menjadi orang kesekian yang menjelajahi Nusantara namun dengan cara yang berbeda, yakni menggunakan sepeda,” ujar Maahir, Senin (9/4/2018).

Anggota SAKA Bhayangkara Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Jakarta Timur ini memulai ekspedisinya dari Jakarta menuju ujung timur Indonesia, kemudian ke ujung barat Indonesia dan kembali ke Jakarta dengan total melintasi 34 provinsi di Indonesia. Ia memilih sepeda karena alasan ramah lingkungan, sekaligus promosi hidup sehat.

“Saya kaji beberapa alat transportasi yang tepat, sampai saya menemukan sepeda kayuh yang menurut saya adalah alat transportasi ramah lingkungan, alat transportasi yang kemungkinan besar dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat, dan berbagai alasan lain yang menetapkan hati saya untuk menjadikan sepeda sebagai alat transportasi dalam penjelajahan nusantara,” jelasnya.

Rupanya, obsesi Maahir untuk melakukan ekspedisi keliling Nusantara menggunakan sepeda sudah muncul sejak lima tahun lalu. Tahun 2018 dianggap waktu yang tepat bagi Maahir untuk merealisasikan misi ini. Berbagai persiapan dia lakukan dengan harapan ekspedisi ini berjalan lancar.

Tidak hanya bersepeda, Maahir juga mendaki beberapa gunung, termasuk tujuh puncak gunung tertinggi di Indonesia (Semeru 3.676 Mdpl, Rinjani 3.726 Mdpl, Cartenz 4.884 Mdpl, Binaiya 3.027 Mdpl, Latimojong 3.478 Mdpl, Bukit Raya 2.278 Mdpl, Kerinci 3.805 Mdpl).

“Ini saya lakukan juga sebagai ajang promosi kekayaan alam di Indonesia yang tidak kalah menarik dengan gunung-gunung di luar negeri,” tuturnya.

Yang juga tidak kalah penting, Maahir juga mengunjungi sekolah-sekolah serta taman bacaan di pelosok Nusantara, sebagai bentuk pengabdiannya kepada negara. Dia bahkan akan membantu mengajar di 10 sekolah di 10 desa terpencil yang dilewati dengan durasi 30 hari di setiap desa.

“Semua saya siapkan mulai dari bekal ilmu yang saya butuhkan, sehingga saya harus menempuh gelar sarjana pendidikan bimbingan dan konseling, sebagai bekal pendekatan saya terhadap masyarakat yang akan saya kunjungi,” tuturnya.

Maahir mulai melakukan ekspedisi ini pada 11 Maret 2018 dan rencananya akan berakhir pada 11 Maret 2020. Berdasarkan informasi terakhir, Senin (9/4), Maahir sedang berada di Malang untuk melakukan pendakian Gunung Semeru. Dua hari sebelumnya ia sukses mendaki Gunung Kembar Arjuna. Selain organisasi Gerakan Pramuka, Maahir juga di-support oleh Palang Merah Indonesia (PMI).

“Inilah wujud bakti saya terhadap organisasi/instansi/komunitas, terlebih kepada bangsa untuk mengharumkannya dengan sebuah karya. Cukuplah Tuhan Yang Maha Esa sebagai Dzat¬†yang akan membalas seluruh pengabdian kami untuk NKRI tercinta ini,” tandasnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.