Rabu, 28 September 22

Breaking News
  • No items

Pramono Anung Sindir Irman Gusman, Tidak Mudah Jaga Nama Baik

Pramono Anung Sindir Irman Gusman, Tidak Mudah Jaga Nama Baik
* Irman Gusman.

Jakarta, Obsessionnews.com –  Sekretaris Kabinet Pramono Anung termasuk salah seorang pejabat yang rajin berkicau di Twitter. Yang terbaru Pramono menulis  di Twitter bahwa tidak mudah menjaga nama baik bagi yang mendapat jabatan.  Tulisannya tersebut seolah-olah menyindir Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman  yang terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pramono Anung.
Pramono Anung.

Tantangan terberat pada saat mendapatkan kedudukan dan jabatan adalah merawat dan menjaga nama baik, tidak mudah #IngatDanSelaluWaspada,” tulis politisi PDI-P tersebut di akun Twitter miliknya, @pramonoanung, Minggu (18/9/2016) pagi.

KPK resmi menetapkan Irman sebagai  tersangka dalam kasus menerima suap. Irman terjaring dalam OTT di rumah dinasnya, Jl. Denpasar Raya, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (17/9) dini hari. Selain Irman, KPK juga menangkap dua pengusaha dan isti dari salah satu pengusaha.

“Dalam OTT, KPK mengamankan 4 orang, yaitu saudara XXS, dirut CVSB, istri XXS, saudari MMI, saudara WS, dan Bapak IG,” kata Ketua KPK Agus Rahardjo dalam keterangan resminya di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (17/9) sore.

Agus mengungkapkan Irman ditetapkan sebagai tersangka karena menerima uang Rp 100 juta terkait kuota gula impor yang diberikan Bulog kepada PT CVSB tahun 2016 untuk daerah Sumatera Barat (Sumbar).

Kasus yang menimpa Irman tersebut memang mengejutkan masyarakat. Pasalnya, selama ini ia aktif mengampanyekan gerakan anti kolusi, korupsi, dan nepotisme. Dan gara-gara menerima suap Rp 100 juta tersebut reputasinya menjadi anjlok.

Irman cukup banyak makan asam garam dalam perpolitikan nasional. Kematangannya dalam berpolitik itu mengantarkannya menduduki Ketua DPD pada tahun 2010 untuk periode 2010 – 2014, menggantikan Ginandjar Kartasasmita yang diangkat menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden. Sebelumnya Irman menduduki posisi Wakil Ketua DPD.

Senator ini kembali mendapat amanah sebagai Ketua DPD periode 2014 – 2019. Terpilihnya Irman dua kali memimpin DPD karena dinilai sukses mengangkat citra DPD. Di bawah kepemimpinannya, keberadaan DPD mampu sejajar dengan DPR. Kini DPD telah dilibatkan dalam hal legislasi, khususnya terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) yang menyangkut daerah, yang sebelumnya hanya dikerjakan oleh DPR.

Kemudian dari sisi kewibawaan lembaga, Irman berhasil menguatkannya dengan semakin dilihatnya peran DPD dalam kontribusinya membangun daerah. Dalam hal pembahasan suatu RUU misalnya, menteri-menteri juga memberikan respek kepada DPD.

Irman mengawali karier politiknya sebagai anggota Fraksi Utusan Daerah MPR pada tahun 1999. Kemudian secara berturut-turut pada Pemilu 2004, Pemilu 2009, dan Pemilu 2014 terpilih sebagai anggota DPD dari daerah pemilihan Sumbar.

Ia mencurahkan perhatiannya untuk membangun DPD dengan tujuan untuk mempercepat pembangunan daerah-daerah. Irman dikenal sebagai pejuang daerah yang konsisten pada pemikiran dan cita-citanya yaitu membangun negeri dari daerah.

Ia juga dikenal sebagai salah seorang penggagas sistem politik dua kamar (bikameral) pada MPR. Tahun 1999 saat menjadi anggota MPR ia berperan  sebagai salah seorang penggagas amandemen UUD 1945.

Berkat perjuangannya tersebut, terjadi perubahan yang mendasar dalam sistem ketatanegaraan bangsa Indonesia. Yakni presiden dan wakil presiden dipilih secara langsung oleh rakyat, pembatasan masa jabatan presiden hanya dua periode, serta lahirnya Mahkamah Konstitusi dan DPD.

Jabatan Ketua DPD tergolong strategis dan banyak yang mengincarnya. Pada Maret 2016 sejumlah anggota DPD mencoba menggoyang kursi Irman. Mereka menginginkan masa jabatan pimpinan dipangkas dari 5 tahun menjadi 2,5 tahun. Irman tidak tinggal diam terhadap manuver rekan-rekannya tersebut. Ia gencar melobi senator lainnya untuk menolak gagasan itu. Upayanya tersebut berhasil, kursinya aman. Ini menunjukkan Irman memiliki pengaruh yang besar.

Sebelum berkecimpung di dunia politik, pria kelahiran Padang Panjang, Sumatera Barat, 11 Februari 1962, ini, adalah seorang pengusaha. Kariernya di dunia bisnis dimulai tahun 1988 dan bergabung dengan perusahaan kayu milik keluarganya, PT Khage Lestari Timber. Ketika itu Irman mendapat tugas mengembalikan keadaan perusahaan yang terlilit hutang. Dia tidak menyia-nyiakan amanah tersebut. Ia berhasil membalikkan posisi keuangan perusahaan menjadi positif. Dan perusahaan bisa mengekspor produknya ke luar negeri.

Selain mengelola perusahaan kayu, Irman juga mendirikan Padang Industrial Park, sebuah kawasan industri yang didirikan di atas lahan seluas 200 hektar. Ia menjadi komisaris utamanya. Irman juga berkecimpung di dunia pers. Dia tercatat sebagai Pemimpin Redaksi Harian Mimbar Minang,  surat kabar pertama yang dia dirikan dengan kepemilikan saham 100 persen berbentuk badan hukum koperasi, sebuah terobosan yang pernah mengundang kekaguman dan apresiasi tinggi dari berbagai kalangan perkoperasian Indonesia.

Koperasi Equatorial Minang Media, yang pendiriannya diprakarsai Irman Gusman, juga memiliki dan mengelola berbagai bidang usaha lain, seperti, perkebunan kopi Arabika Pinang Awan Muara Labuh seluas 1.500 hektar di Kabupaten Solok, penerbit buku Pustaka Mimbar Minang, pengelola portal internet MimbarMinang.com, serta pengelola Kantor Hukum Ekuator. Masih di bidang media, antara tahun 2000-2002 Irman pernah tercatat sebagai Komisaris PT Abdi Bangsa, Tbk., penerbit harian Republika. (@arif_rhakim)

Baca Juga:

Ketua DPD RI Irman Gusman Resmi Tersangka

Google Jadikan Irman Gusman ‘Trending Topic’

Gara-gara Terima Suap Rp 100 Juta Reputasi Irman Gusman Anjlok

Mahfud MD: Irman Gusman Jangan Berkelit, OTT Pasti Benar

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.