Senin, 13 Juli 20

Praktik Korupsi Jadi Penghambat Investasi!

Praktik Korupsi Jadi Penghambat Investasi!
* Anggota DPD RI Fahira Idris. (Foto: dok. pribadi)  

Jakarta, Obsessionnews.com – Praktik korupsi sejatinya adalah penghambat pembangunan dan kemajuan sebuah bangsa. Oleh karena itu harus jadi musuh bersama. Itulah kenapa pada Peringatan Hari Anti-Korupsi tahun ini dan tahun-tahun sebelumnya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) masih menjadikan narasi “pembangunan” dalam tema besar perang melawan korupsi.

 

Baca juga:

Mahfud: Enggak Ada Pembahasan Perppu, Ini Hari Antikorupsi

Jokowi Ajak Pelajar Cegah Korupsi Sejak Dini

Wartawan Investigasi Korupsi Dibunuh, Sejumlah Pejabat Mundur!

 

Anggota DPD RI Fahira Idris mengatakan, semasif apa pun pembangunan di sebuah negara akan sia-sia, atau tidak memberi dampak kesejahteraan untuk rakyat selama praktik korupsi masih masif.

“Sebagai negara yang bercita-cita menjadi salah satu negara termaju di dunia pada 2045, Indonesia harus terus dan tetap menjadikan pemberantasan korupsi sebagai agenda nasional. Yang meringankan langkah kita berlari menjadi negara maju pada 2045 nanti adalah jika praktik korupsi tidak lagi ‘menghantui’ berbagai program pembangunan nasional kita,” ujar Fahira di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, melalui keterangan tertulis (9/12/2019).

Fahira mengungkapkan, dalam ‘kaca mata’ pembangunan dan perekonomian, pemberantasan korupsi harus dijadikan prioritas dan landasan utama tiap praktik program pembangunan nasional. Tujuannya agar setiap sen rupiah uang rakyat yang dikeluarkan untuk membangun terutama infrastruktur fisik maupun program pemberdayaan masyarakat, 100 persen benar-benar kembali ke rakyat.

Sementara dari sisi hukum prioritas penegakan hukum diberikan pada pencegahan dan pemberantasan korupsi, serta menindak pelaku tindak pidana korupsi beserta pengembalian uang hasil korupsi kepada negara. Agar prioritas ini tercapai, negara harus punya perhatian untuk meningkatkan pemberdayaan KPK dan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Pengadilan Tipikor).

Halaman selanjutnya

Pages: 1 2

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.