Sabtu, 21 Mei 22

Prabowo Akui Ibunya Seorang Kristen

Prabowo Akui Ibunya Seorang Kristen
* Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto. (Foto: Twitter Prabowo)

Manado, Obsessionnews.com – Saat kampanye terbuka di lapangan Ketang Baru, Manado, Sulawesi Utara, calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, mengakui bahwa dirinya lahir dari seorang ibu yang beragama Kristen.

Dengan begitu, ia heran mengapa ada yang menuding dirinya pro terhadap gerakan Islam radikal. Menurutnya itu sesuatu yang tidak mungkin.

“Sembilan bulan saya dalam kandungan ibu beragama Kristen. Saya heran ada yang menuding saya adalah pendukung Islam radikal. Bagaimana mungkin saya mendukung Islam radikal, sedangkan saya lahir dari ibu Kristen,” ujar Prabowo saat kampanye terbuka di lapangan Ketang Baru, Manado, Sulut, Minggu (24/3/2019).

“Saya kira banyak tuduhan yang dialamatkan kepada saya adalah fitnah termasuk soal saya mendukung Islam radikal,” lanjut Prabowo.

Mantan Danjen Kopassus itu lantas menyebut salah satu tokoh Sulawesi Utara, EE Mangindaan, yang turut hadir mendukungnya. Menurut Prabowo, Mangindaan tak bakal mendukung dirinya jika dia seorang Islam radikal.

“Bersama saya ada bapak Mangindaan. Dia senior saya di tentara dan menjadi panutan saya. Empat letting di atas saya, atau 10 tahun lebih tua di Angkatan Darat. Jika saya seperti yang dituduhkan, tidak mungkin Pak Mangindaan mendukung saya,” tutur Prabowo.

Letjen TNI (Purn) Evert Ernest Mangindaan merupakan Wakil Ketua MPR RI sekaligus putra asli Sulawesi Utara. Dia kembali maju sebagai Caleg DPR RI dari Partai Demokrat. Mangindaan. Dia pernah menjabat Gubernur Sulut periode 1995-2000 yang terkenal dengan semboyan “Torang Semua Basudara”.

“Saya lahir dari seorang ibu berdarah Kawanua, bernama Dora Sigar. Saya putra Sulawesi Utara. Saya memohon saudara-saudaraku mendukung saya,” kata Prabowo disambut riuh para pendukungnya.

Dalam Pilpres ini, Prabowo memang mendapat dukungan dari orang-orang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), organisasi yang telah resmi dibubarkan karena memiliki agenda politik mendirikan negara khilafah dengan mengganti Pancasila dan NKRI. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.