Senin, 17 Juni 19

PPP Minta Masyarakat Redam Emosi Demi Jaga Kemajemukan Bangsa

PPP Minta Masyarakat Redam Emosi Demi Jaga Kemajemukan Bangsa
* Presiden Jokowi dan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy di Ruang Kredensial Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (22/11/2016).

Jakarta, Obsessionnews.com – Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengawal proses hukum terhadap calon petahana Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang kini sedang berjalan di kepolisian.

Romi juga meminta masyarakat mempercayakan penanganannya kepada aparat penegak hukum. Ia pun menghimbau kepada seluruh pihak agar tidak menggelar aksi unjuk rasa yang sedianya digelar pada 2 Desember esok.

“Kami menghimbau agar aksi tanggal 2 Desember 2016 untuk tidak dilaksanakan. Mengapa? Karena yang kita butuhkan adalah pengawalan intensif terhadap lembaga-lembaga negara, dan itu tidak bisa dilakukan dalam aksi massa berikutnya,” ujar Romi saat bertemu Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (22/11/2016).

Bahkan, meskipun aksi unjuk rasa tersebut telah diniatkan untuk dilakukan secara damai, dirinya tetap menyarankan agar seluruh pihak mengurungkan rencana aksi unjuk rasa tersebut. Sebaliknya, Romi mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama meredam emosi dan menyejukkan suasana demi menjaga kemajemukan bangsa.

“Sebagai bangsa, kita sama-sama memiliki masa lalu, memiliki keharmonisan. Mari kita rawat kebhinnekaan kita dengan sama-sama mengembangkan paham agama yang toleran,” ucapnya.

Romi juga sempat mengungkap hasil pertemuannya dengan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kyai Haji Ma’ruf Amin, beberapa waktu sebelumnya. Romi menyebut bahwa antara PPP dan MUI memiliki pandangan yang sama seputar aksi unjuk rasa yang hendak dilakukan beberapa waktu mendatang tersebut. Ia juga berpesan kepada seluruh pemimpin umat untuk memegang kaidah yang jangan sampai untuk mencapai kebaikan itu menimbulkan keburukan.

“Cukup lama kami bertemu sekitar 3 jam setengah. Kami membahas berbagai hal termasuk pandangan MUI terhadap rencana pelaksanaan aksi damai 2 Desember 2016. Kyai Ma’aruf sendiri mengatakan pada kami bahwa sudahlah, kita sudah pada titik mengantarkan proses hukum itu masuk ke koridornya,” ungkapnya. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.