Rabu, 23 September 20

PPP Harus Segera Muktamar Jika Ingin Bersatu Kembali

PPP Harus Segera Muktamar Jika Ingin Bersatu Kembali

Jakarta – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kembali dirundung konflik internal. Sehingga saat ini belum mendapatkan jalan keluar untuk bersatu kembali. Mengingat besok selasa (7/10) ada pemilihan untuk menjadi Pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang dipilih dari setiap fraksi partai yang nantinya akan dikerucutkan lagi menjadi satu nama.

Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Fernita Darwis mengatakan, Muktamar PPP adalah jalan keluar untuk mengembalikan kejayaan partai, jika menginginkan islah.

“Muktamar adalah ajang silaturahmi dan forum musyawarah tertinggi di partai. Maka, jika menginginkan Islah maka hanya lewat Muktamar,” ujar Fernita kepada wartawan di Jakarta, Senin (6/10/2014).

Menurut Fernita, Muktamar merupakan jalan terbaik untuk menyatukan kembali perbedaan dan membangkitkan kembali kejayaan PPP. “Karenanya lewat forum Muktamar Kedaulatan Partai di laksanakan sepenuhnya oleh  Anggota Partai, bukan oleh beberapa gelintir orang di pusat (sesuai UU Partai Politik No 2/2011),” jelasnya.

Fernita menjelaskan, muktamar yang dimaksud adalah Muktamar VIII pada 23 Oktober 2014. Maka, lanjut Fernita, sebagai pelaksanaan tugas tersebut, adalah pengurus pusat.

“Muktamar yang dimaksud adalah yang dilaksanakan oleh DPP dan hantarkan oleh Ketua Umum sebagai Penanggung Jawab  DPP PPP, Ketua Umum nya adalah Ketua Umum DPP PPP yang sah yang juga dipilih oleh Muktamar sebelumnya,” jelasnya.

Menurut Fernita, Muktamar 23 Oktober mendatang, merupakan forum yang diatur di dalam AD /ART untuk menyeleaikan periodesasi Ketua Umum Suryadharma Ali (SDA) yang akan meletakan jabatannya.

“Dan dipertanggungg jawabkan di hadapan seluruh perwakilan anggota Partai dari seluruh Indonesia,” pungkasnya. (Pur)

 

Related posts