Rabu, 3 Juni 20

PPIT Protes Penembakan di Papua Tewaskan 7 Warga Sipil

PPIT Protes Penembakan di Papua Tewaskan 7 Warga Sipil

Jakarta – Presidium Perhimpunan Indonesia Timur (PPIT) menyesalkan penembakan membabi buta di Papua yang menewaskan 7 warga sipil dan selebihnya dalam kondisi kritis pada hari Senin (8/12/2014).

“Oknum pelaku penembakan itu bukan saja sebagai pelanggar HAM, melaikan juga dapat dikategorikan sbagai perbuatan biadab,” ungkap Mantan Wakil Ketua DPD RI La Ode Ida selaku Ketua PPIT, Selasa (9/12).

Apapun alasannya, tegas La Ode, aparat keamanan tidak boleh menghabisi warga sipil bangsa sendiri. “Ini bukti konkrit bahwa keamanan itu tidak dibekali dengan moral dan pemahaman nilai-nilai kemanusia serta HAM, hanya dibekali oleh perangkat kekerasan yang setiap saat, jika sedikit saja tersinggung, bisa digunakan untuk menghabisi nyawa warga sipil,” protesnya.

Pembunuhan bersenjata itu sendiri, menurut dia, akan semakin meningkatkan derajat ketidak kondusifan sosial politik di tanah Papua, yang berpotensi akan menyemangati pergerakan  melawan aparat keamanan yang bertugas di sana, atau bahkan boleh jadi akan kian menyemangati gerakan separatis.

Untuk itu, tegas dia, perlu ada tindakan mengenai persoalan ini pertama segera menghukum mati oknum-oknum aparat penembak itu.

Kedua, jelas La Ode, segera lakukan investigasi lapangan oleh tim independen untuk mengetahui penyebabnya dimana dalam hal ini PPIT tidak keberatan untuk dilibatkan.

Langka ketiga, lanjutnya, pemerintah perlu melakukan koordinasi lapangan secara bertingkat sampai ke masyarakat lokasi kejadian, untuk menciptakan suasana kondusif.

“Upaya-upaya ini wajib dilakukan, kendati belum tentu menjadikan warga Papua khususnya pihak keluarga dan kerabat korban mau menerimanya!” serunya.

PPIT terdiri dari Ketua Presidium (Laode Ida), Sekjen (Joseph Rahawadan), Anggota (Petrus Selestinus, Sirajudin Ujud, Roy Simbiak, dkk). (Asm)

 

Related posts