Selasa, 19 Oktober 21

PPI Gandeng Balitbangtan untuk Pengembangan Inovasi Pertanian  

PPI Gandeng Balitbangtan untuk Pengembangan Inovasi Pertanian  
* PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) atau PPI menjalin kerja sama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) untuk pengembangan inovasi pertanian melalui lisensi di Kantor Pusat Balitbangtan, Jakarta, Senin (6/11/2017). (Foto: Dok. PPI)

Jakarta, Obsessionnews.com – PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) atau PPI menggandeng Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) untuk pengembangan inovasi pertanian melalui lisensi. Penandatangaan nota kesepahaman kedua pihak dilaksanakan di Kantor Pusat Balitbangtan, Jakarta, Senin (6/11/2017).

Dikutip Obsessionnews.com dari situs resmi PPI, Selasa (7/11), disebutkan kedua pihak sepakat untuk menjalin kerja sama pengembangan inovasi Balitangtan sebagai upaya pemanfaatan sumber daya yang ada pada Balitbangtan dan PPI. Hal ini berdasarkan atas asas saling membantu dan mendukung dalam pengembangan teknologi dan inovasi pertanian untuk kepentingan pemerintah, petani, dan masyarakat.

“Saat ini litbang dituntut untuk mengahasilkan inovasi teknologi serta sekaligus pengembangan secara tepat dengan presisi tinggi dari inovasi teknologi tersebut. Bahkan, Presiden sering mengatakan bahwa pembangunan pertanian harus berbasis inovasi teknologi,” kata Kepala Balitbangtan Dr. Muhammad Syakir.

Kementerian Pertanian sejak awal kepemimpinan Dr. Andi Amran Sulaiman telah berbasis inovasi dalam berbagai spektrum, tidak hanya teknologi tapi juga kelembagaan dan sosial.

“Kali ini pun Balitbangtan juga menerapkan inovasi di aspek pemasaran dan diseminasi teknologi,” tandas Syakir.

Ia menjelaskan secara umum teknologi yang dihasilkan oleh Balitbangtan memiliki dua corak, yaitu publik domain dan komersial.

Kerja sama komersial tersebut, lanjutrnya, bertujuan untuk percepatan pengembangan inovasi teknologi. Karena Balitbangtan memiliki keterbatasan dalam produksi massal, maka diperlukan kerja sama dengan pihak yang memiliki infrastruktur untuk melakukan massalisasi secara cepat.

Tetapi, lanjutnya, ada karakteristik khusus bagi pihak swasta yang ingin melisensi hasil inovasi teknologi Balitbangtan.

Karakteristik tersebut yaitu harus cepat, masif, tepat waktu, dan menjaga kualitas brand Balitbangtan.

“Jika tidak dapat menjaga keempat syarat tersebut, maka akan dihentikan kerja samanya,” tegas Syakir.

Sementara, Direktur Utama PT PPI, Agus Andiyani, mengatakan bahwa kerjasama ini sangat strategis bagi perusahaannya.

“Salah satu scope bisnis kami adalah perdagangan di bidang pertanian, yang dikerjasamakan antara lain bidang pembibitan, sehingga ke depan diharapkan petani bisa mendapatkan bibit dengan mudah dan harga yang wajar serta berkualitas.” Tutur Agus.

Sampai saat ini tercatat sebanyak 118 invensi telah dilisensi oleh  88 mitra usaha dan 33 di antaranya sudah aktif sampai pemasaran produk secara luas.

Hal ini membuktikan bahwa peran swasta sudah mulai nyata dalam ikut serta mengembangkan dan mendiseminasikan teknologi pertanian sehingga dapat diterapkan oleh masyarakat luas. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.