Minggu, 24 Oktober 21

“Potong Satu Generasi Jenderal Polri Bintang Tiga”

“Potong Satu Generasi Jenderal Polri Bintang Tiga”

Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI Nasir Jamil mengatakan, memang perlu diperhatikan adanya solusi yang mengharuskan pemotongan satu generasi bagi jenderal polisi bintang tiga. Sebab, seringkali para jenderal itu memiliki hubungan kedekatan dengan tokoh politik tertentu. Kini, nampaknya perlu solusi untuk menyelamatkan institusi Porli.

Nasir sendiri mengaku belum punya solusi matang yang terkait hal ini. ‎Menurutnya, yang perlu diawasi adalah solidaritas angkatan di Polri agar mereka tidak terpecah dengan memiliki patron politik yang berbeda-beda. Karena, kalau solidaritas angkatan ini tidak diperkuat untuk menunjang tugas-tugas Kepolisian maka nanti akan terjadi rivalitas di dalamnya.

“Saya belum punya gambaran, tapi barang kali pimpinan Polri perlu memperhatikan hal ini,” ujarnya kepada Obsessionnews.com di gedung DPR, Jakarta, Selasa (27/1/2015).

Di dalam tubuh Polri kini memang terjadi krisis kepemimpinan di dalam. Hal itu terjadi pasca ditetapkan calon Kapolri Komjen Pol Budi Gunawan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Budi ini disebut punya kedekatan politik dengan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri, lantaran Budi bekas ajudan Megawati pada saat ‎jadi presiden.

Kondisi ini yang perlu ditengarai oleh Presiden Joko Widodo agar dilakukan pemotongan satu generasi bagi jenderal bintang tiga. Nantinya mereka yang kemudian diangkat menjadi Kapolri adalah bintang dua. Mereka yang berpangkat jenderal bintang dua diyakini masih bersih dari unsur-unsur politik. Dan belum memiliki patron.

Indikasi bahwa jenderal bintang tiga itu memiliki patron politik, mungkin sudah jelas dibuktikan banyak dari mereka punya rekening gendut. Jika diliat dari besar gaji mereka banyak yang tidak sesuai, maka secara keyakinan orang bisa mengaitkan itu dengan cara pandang politik.

‎”Ya itu yang bisa katakan, bahwa bagaimana Polisi itu bisa bener-benar independen. Makanya kesejahteraan Kepolisian itu benar-benar diperhatikan,” terangnya.

Lebih lanjut Nasir mengatakan, jika solusi ini mau diterapkan ‎pemerintah harus bisa memastikan bahwa tidak ada goncangan di dalamnya. Sebab, para jenderal bintang tiga ini orang sudah lama bekerja di institusi Polri. Mereka punya kekuasaan dan kewenangan yang tidak dimiliki oleh orang lain, sehingga cara penangananya harus halus.

“Kalaupun ada keinginan. Untuk memotong satu generasi, potongan itu juga harus bagus. Jangan sampai menimbulkan goncangan. Menimbulkan ketidakpuasan. Nah karena itu memang harus diatur,”‎ jelas Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini. (Albar)

Related posts