Jumat, 29 Oktober 21

Lakukan Potong Satu Generasi di Polri Tanpa Goncangan!

Lakukan Potong Satu Generasi di Polri Tanpa Goncangan!

Jakarta – Ada yang beranggapan salah satu penyebab perseteruan‎ antara Polri versus Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) disebabkan karena para petinggi Polri khususnya mereka yang sudah berpangkat jenderal bintang tiga masing-masing memiliki patron tokoh politik.

Artinya, para jenderal bintang tiga itu sejak masih menjabat sebagai kolonel sudah dibina sedemikian rupa agar nantinya mereka punya hubungan kedekatan dengan tokoh politik yang menjadi mentornya. Seperti halnya banyak publik yang sudah mengatakan Calon Kapolri Komjen Pol Budi Gunawan yang kini ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK punya hubungan yang dekat dengan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri.

Menanggapi polemik itu, Anggota Komisi III DPR RI Nasir Jamil mengatakan, memang harus ada solusi yang bijak untuk melihat cara pandang ini. Hal itu bisa saja dilakukan tetapi harus dengan cara yang yang halus agar tidak terjadi kegoncangan di dalamnya.

‎”Kalaupun ada keinginan. Untuk memotong satu generasi, potongan itu juga harus bagus. Jangan sampai menimbulkan goncangan. Menimbulkan ketidakpuasan. Nah, karena itu memang harus diatur,” kata Nasir kepada Obsessionews.com, Selasa (27/1/2015).

Menurutnya, untuk bisa melakukan perubahan itu  tidaklah mudah. Sebab, mereka para bintang tiga itu memiliki hak untuk dicalonkan sebagai Kapolri dengan syarat-syarat yang sudah terpenuhi. ‎Hanya saja dengan adanya isu sekarang ini yang sudah banyak berkembang di masyarakat, memang harus menjadi perhatian khusus bagi Presiden Joko Widodo untuk segera dilakukan solusi yang tepat.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera itu belum mau mengatakan dirinya sepakat dengan solusi itu. Lantaran ia masih melihat jika solusi itu diterapkan bukan tidak mungkin akan menimbulkan masalah baru. ‎”Ya saya tidak melihat itu sebagai kebutuhan untuk memotong generasi itu ya. Sebab tadi, akan menimbulkan goncangan baru di kepolisian,” terangnya.

Lebih lanjut Nasir mengatakan, ‎pemerintah harus berani memastikan dulu jika solusi itu diterapkan agar tidak menimbulkan goncangan di dalamnya. Lantaran mereka sudah lama berada di Intitusi tersebut, sudah memiliki pengaruh dan juga akar yang kuat, sehingga solusi ini masih sulit.

‎”Kalau pun itu harus dilakukan dengan cara soft, harus benar-benar memastikan tidak ada goncangan didalamnya‎,” terangnya.

Diketahui solusi ini pernah sukses dilakukan di Negara Cina dan Hongkong. Demi untuk memperbaiki institusi Polri mereka sudah memotong satu generasi jenderal bintang tiga. Namun, tetap saja kata Nasir apa yang telah sukses dilakukan oleh negara orang belum tentu dilakukan oleh negara lain.

“Ya tapi kultur di Cina dan di Hongkong itu berbeda, artinya begini tidak semua yang dilakukan di negara orang lain cocok untuk buat kita. Jadi memang kulturnya itu berbeda,”‎jelasnya.

Sebagai catatan, jika memang harus ada pemotongan satu generasi, maka yang selanjutnya akan naik menjadi Kapolri adalah jenderal bintang dua yang kini banyak menjabat menjadi Kapolda. Kasus ini ternyata pernah sukses dilakukan oleh negara lain seperti Cina dan Hongkong dengan akar masalah yang sama. (Albar)

Related posts