Selasa, 26 Oktober 21

Potong Satu Generasi di Polri Melawan Jenjang Karier

Potong Satu Generasi di Polri Melawan Jenjang Karier

Subang – Dekan Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Subang (Unsub), Jawa Barat, Dr Tatang Parjaman berpendapat, pemotongan satu generasi jenderal bintang tiga di Kepolisian RI (Polri) tidak perlu dilakukan. Pasalnya, potong generasi jenderal bintang tiga berkaitan dengan karier personal.

“Tidak perlu. Karena itu (jenjang) karier yang normal,” tegas Tatang kepada Obsession News di ruang kerjanya, Kamis (29/1/2015).

Menurut Tatang, masalah terpenting yang perlu dibenahi sekarang ialah perbaikan rekrutmen di tubuh Polri dan pembinaan yang baik tanpa harus dihubung-hubungkan dengan politik, apalagi dengan patron tertentu. “Normal saja. Karena polisi itu harus profesional,” tuturnya.

Tatang menilai, indikasi “pembinaan perwira polisi” yang dilakukan sejak Kombes itu memang ada. “Tetapi harus dihilangkan dari sekarang,” tegasnya.

Pembinaan itu, menurutnya, adalah tanggung jawab Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) dalam melakukan pembinaan sehingga melahirkan polisi yang baik dan benar adalah polisi sebagai aparat penegak hukum.

Jadi, tutur dia, upaya pembenahan itu harus dari rekrutmen dan itu harus dilakukan dari sekarang. Harus dinyatakan secara tegas siapapun bisa jadi polisi dengan peluang yang sama. “Carilah warga negara yang terbaik dari semua sisi dan semua aspek tanpa dibedakan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Tatang sangat mengapresiasi fenomena “Bripda Taufik Hidayat” yakni Polisi di DIY yang tidur di kandang kambing. Meski itu sangat jarang terjadi namun itu perlu diapresiasi dengan baik dan dipertahankan.

“Harusnya memang seperti itu. Saya yakin dengan rekrutmen seperti itu akan melahirkan polisi sebagai aparat penegak hukum,” paparnya.

Diakui pula bahwa upaya peningkatan profesionalisme Kepolisian Indonesia sudah bagus. Termasuk dalam reward. Walaupun antara reward mental tidak berbanding lurus. Reward itu sebagai upaya menjaga kinerja tetap baik.

“Walaupun dia gajinya besar tetapi mentalnya jelek, tetap saja kurang. Menurut saya reward hanya untuk menjaga supaya kinerjanya jangan sampai menurun,” tandasnya.

Dekan Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Subang (Unsub), Jawa Barat, Dr. Tatang Parjaman, M.Si
Dekan Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Subang (Unsub), Jawa Barat, Dr. Tatang Parjaman, M.Si

Perlu Komitmen Kuat
Selanjutnya, kata Tatang, harus dilakukan pembinaan mental kepada personil-personil Kepolisan. Pembinaan mental yang berbasis moral. “Harus dilaksanakan pembinaan mental berbasis moral. Sehingga melahirkan polisi yang profesional,” bebernya.

Kerja profesional itu ada tiga aspek yaitu dikerjakan oleh ahli. “Tentu harus yang ahli dibidangnya,” ujarnya. Kedua, dilakukan dengan komitmen dan ketiga, bekerja berdasarkan keilmuan. (Teddy Widara)

Related posts