Sabtu, 3 Desember 22

Potensi Pertumbuhan B2B Commerce di Asia Tenggara Sangat Besar

Potensi Pertumbuhan B2B Commerce di Asia Tenggara Sangat Besar
* Wakil Presiden Strategi & Operasi di B Capital Karl Noronha. (Foto: dok. B Capital)

Obsessionnews.com – B Capital, perusahaan investasi global multi-tahap, merilis serial video animasi tiga episode di seluruh platform digital untuk menunjukkan potensi perdagangan business-to-business (B2B) di Asia Tenggara, dan peran inovasi teknologi dalam mempertahankan pertumbuhannya.

 

Baca juga:

Wapres: Stabilitas Ekonomi dan Politik Kunci Investasi Berkelanjutan

Mal Pelayanan Publik Jadi Sarana Pemerintah Makin Jeli Melihat Potensi Investasi Daerah

Moduit Beyond Sediakan Berbagai Pilihan Produk Investasi yang Telah Terkurasi

 

 

Transformasi perdagangan B2B di kawasan Asia bergantung pada faktor usaha kecil dan menengah (UKM) yang harus bermigrasi ke proses digitalisasi. Dalam kampanye video berseri ini, B Capital menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan relasi yang ada, memastikan kesesuaian antara produk dan pasar, serta futureproofing untuk memberikan pemain B2B visibilitas yang lebih luas di seluruh rantai nilai. B Capital mengungkapkan bahwa peran teknologi sangat krusial dalam fase pertumbuhan B2B gelombang berikutnya di Asia.

Kampanye video yang diracik oleh tim B Capital Platform ini bertujuan untuk menambah keahlian dan pemahaman kepada para pendiri startup commerce agar bisa mempercepat inisiatif pertumbuhan dalam bisnis mereka. Target audiens kampanye ini yakni seluruh pemain di jaringan bisnis B2B e-commerce meliputi pemilik merek, pemasok, pengecer, dan startup yang beroperasi di kawasan Asia Tenggara. Rangkaian video ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan potensi industri B2B e-commerce dan membangun hubungan antara perusahaan portofolio B Capital dan seluruh pemain di industri dengan tujuan akhir menghasilkan solusi yang dapat bermanfaat bagi ekosistem yang lebih luas.

Selama ini kampanye evolusi perdagangan B2B sulit karena setiap negara di kawasan Asia Tenggara memiliki kendala dan hambatan yang berbeda. Wakil Presiden Strategi & Operasi di B Capital Karl Noronha menyatakan, kampanye melalui video animasi ini bertujuan untuk menjelaskan siapa, apa, dan betapa kompleksnya proses pasar yang relatif tidak berubah di Asia Tenggara selama 50 tahun terakhir.

“Kami telah memecah topik menjadi tiga video sederhana yang memudahkan penonton untuk mencerna dan memahami. Pendekatan dan proyeksi pasar akan membantu memicu percakapan dengan merek global dan lokal yang ingin meningkatkan saluran distribusi perdagangan mereka agar berkembang di Asia Tenggara dan India,” ucapnya dalam siaran pers, Rabu (16/11/2022).

Mengutip laporan terbaru Sea e-Conomy terbitan Google, Temasek Holdings dan Bain & Company, ekonomi digital Indonesia menguasai pasar ekonomi digital Asia Tenggara. Dengan pertumbuhan gross merchandise value (GMV) 22 persen secara tahunan, ekonomi digital Indonesia bernilai US$ 77 miliar pada 2022 dan akan menyentuh angka US$ 130 miliar pada 2025, dengan e-commerce sebagai pendorong utama. GMV e-commerce Indonesia diperkirakan tumbuh tahunan sebesar dobel digital atau 17 persen menjadi US$ 95 miliar pada 2025 dari US$ 59 miliar pada tahun ini.

Di Indonesia, B Capital tercatat berinvestasi di Ula yakni platform B2B marketplace yang fokus membidik pasar warung. Portofolio lain B Capital di Indonesia yakni unicorn Kopi Kenangan, Buku Kas, Finku, dan Payfazz.

Untuk menonton serial video selengkapnya, kunjungi tautan di sini. (red/arh) 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.