Senin, 19 April 21

Poso Menjadi Kota Toleransi dalam Keberagaman

Poso Menjadi Kota Toleransi dalam Keberagaman
* Menpora Kuliah Umum di Universitas Tentena, Poso, Sulawesi Tenggara (Kemenpora)

Jakarta, Obsessionnews.com– Menpora Imam Nahrawi memberikan kuliah umum pada mahasiswa di Universitas Kristen Tentena, Poso, Sulawesi Tengah.

Imam Nahrawi dalam rilisnya pada Jumat (4/11/2016) menegaskan bahwa Poso adalah kota damai. Dimana penduduknya saling menghargai dan mengisi.

Tidak seperti beberapa tahun lalu, dimana Poso adalah kota yang tak ada kedamaian, kemanusiaan dan persatuan.

Poso adalah kota dimana anak negeri belajar menyelesaikan masalah hidup, toleransi dalam keberagaman.

Menpora mengatakan bahwa kota ini bisa belajar mengenal dan menyayangi sesama umat. Kearifan lokal harus dijaga, untuk mencari titik temu menyelesaikan beragam persoalan.

Imam menegaskan, jika ada pihak yang menghembuskan nuansa SARA, maka itu menyalahi takdir Tuhan untuk Indonesia.

“Bangsa Indonesia didirikan dari keberagaman, dengan moto Bhineka Tunggal Ika,” jelas Imam.

Menpora Imam Nahrawi menerima sambutan dalam adat setempat disaksikan Bupati Poso, Darmin Sigilipu

Menpora Imam Nahrawi menerima sambutan dalam adat setempat disaksikan Bupati Poso, Darmin Sigilipu.

Sebelumnya Menpora mengadakan silaturahmi dengan pondok pesantren Moderen Gontor, di Poso.

Menpora bertemu dengan bupati Poso, Darmin Sigilipu dan MA Latjuba, Asisten Kesra Sulteng.

Menpora memberi contoh, dalam dunia olahraga. Tontowi Ahmad adalah santri Banyumas, Jawa Tengah. Liliyana Natsir adalah orang Manado beragama Kristen Protestan. Tapi mereka bisa bersatu dan menghasilkan medali emas bulutangkis untuk Indonesia. @baronpskd

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.