Kamis, 22 Oktober 20

Pos Indonesia Andalan Pelaku UKM

Pos Indonesia Andalan Pelaku UKM
* Pos Indonesia sudah lama berinteraksi dan melayani usaha kecil dan menengah (UKM).

Beberapa waktu silam Pos Indonesia menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman dengan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM) RI. Dalam MoU yang ditandatangani 4 Juni 2016 tersebut dinyatakan bahwa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) satu-satunya dalam bidang perposan ini berkomitmen untuk turut memperkuat salah satu pilar ekonomi negara.

Penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman Pos Indonesia dengan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM) RI 4 Juni 2016.

Direktur Surat dan Paket PT Pos Indonesia (Persero) Agus F. Handoyo dalam kesempatan itu menegaskan, para pelaku UKM merupakan salah satu pilar ekonomi negara, sehingga perlu mendapat dukungan dari semua pihak, termasuk Pos Indonesia.

Bagi Pos Indonesia berinteraksi dan melayani UKM bukanlah hal baru. Sudah lama Kantorpos dikenal memiliki hubungan yang erat dengan pelaku UKM. Terutama di daerah-daerah yang belum memiliki akses transportasi dan telekomunikasi yang baik, Kantorpos menjadi andalan mereka. Di kalangan industri kerajinan yang mayoritas adalah pelaku UKM, untuk pengiriman sampel produk ke calon buyer di mancanegara seperti Jepang, negara-negara Eropa, maupun Australia dikirim melalui layanan favorit mereka EMS (Express Mail Service) di Kantorpos.

“Selain harga kompetitif, produk EMS dipercaya oleh buyer kami di luar sana,” ujar Tuti, perajin rotan dari Cirebon.

Memang, Pos Indonesia memberikan perhatian yang cukup besar terhadap pelanggan-pelanggan EMS yang mayoritas adalah pelaku UKM dalam bidang industri kerajinan.

“Karenanya, kami tak hanya memberikan pelayanan terbaik, tapi juga memberikan berbagai kemudahan dalam memanfaatkan layanan Pos,” ujar Agus.

Kemudahan yang dimaksud Agus antara lain menyangkut Pick Up Service, di mana para pelaku UKM yang telah menjadi pelanggan Pos tak harus bersusah payah

Mengangkut barangnya ke Kantorpos. Sebagai gantinya mereka cukup mengontak petugas Kantorpos untuk datang mengangkut dan memproses pengiriman tersebut langsung dari lokasi usaha mereka. Tak hanya itu, Pos Indonesia juga memberikan fasilitas kredit pembayaran ongkos kirim, dengan cara demikian bisnis pelaku UKM menjadi lebih diringankan.

CSR

Dukungan Pos Indonesia tak sebatas dalam penggunaan layanan perposan. Sejak lama Pos Indonesia memiliki unit Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL), sebuah unit yang fokus memberikan dukungan terhadap masyarakat sekitar baik berkenaan dengan aktivitas usaha maupun sosial dan lingkungan hidup. Program ini sesungguhnya merupakan terjemahan dari Corporate Social Responsibility (CSR) yang merupakan amanat Undang-Undang dalam konteks pelaksanaan Good Corporate Governance. Seperti diketahui, Undang Undang  (BUMN) antara lain menyatakan bahwa BUMN juga berkewajiban untuk turut serta membina dan menguatkan KUKM di lingkungan sekitarnya.

Salah satu bentuk program PKBL yang dijalankan Pos Indonesia ialah memfasilitasi berbagai usaha kecil yang menjadi mitra binaan untuk dapat memamerkan produknya dalam berbagai pameran yang digelar secara lokal maupun nasional.

Seperti diketahui, sejak lama Pos Indonesia sudah membina ribuan pengusaha kecil di seluruh Indonesia, juga telah mengikutkan mereka dalam berbagai pameran baik yang dikelola oleh Pos Indonesia maupun Kementerian BUMN.

Momentum dan Cara Baru

Penandatangan MoU itu menjadi momentum bagi Pos Indonesia untuk lebih gigih lagi dalam menguatkan bisnis KUKM. Dan berbekal MoU ini Pos Indonesia pun mengembangkan cara baru dalam melakukan pembinaan terhadap UKM. Jika pada masa lalu, aktivitas pembinaan lebih bertumpu pada cara-cara seperti pengikutsertaan dalam pameran serta pelayanan perposan konvensional, maka saat ini Pos Indonesia mengembangkan penguatan itu dengan memanfaatkan teknologi modern.

Direktur Ritel dan Jaringan Pos Indonesia, Ira Puspadewi.

Direktur Ritel dan Jaringan Pos Indonesia, Ira Puspadewi, mengungkapkan, Pos Indonesia kini tengah membangun kerja sama dengan sejumlah mitra, Nurbaya dan Marubeni dari Jepang, untuk mengembangkan Kiosk O2O (Online to Offline) di Kantorpos-Kantorpos.

Masih menurut Ira, dengan Kiosk O2O nanti para pelaku UKM bisa mendapatkan secara online best deal atas produk-produk yang mereka perlukan bagi kepentingan produksi mereka, dan sebaliknya mereka dapat memanfaatkan Kiosk O2O untuk menawarkan hasil produksi mereka.

Pertanyaan yang kemudian mengemuka adalah lalu apa bedanya Kiosk O2O yang dikelola oleh Pos Indonesia dengan model bisnis e-Commerce sejenis yang banyak bertebaran di dunia maya?

“Yang membedakan sekaligus menjadi kekuatan bisnis Kiosk O2O dengan bisnis Online lain ialah Pos menyediakan layanan perposan yang bersifat terintegrasi,” ujar Ira.

Maksudnya dari sejak urusan pemasaran, transaksi, pengiriman, sampai pembayaran semuanya dapat dilakukan secara one stop service oleh Pos Indonesia.

“Untuk urusan pengiriman, pengusaha UKM tinggal memilih mau kirim dengan apa? Bisa gunakan Pos Express, Kilat Khusus, atau EMS,” tandasnya.

Ia menambahkan, sementara untuk pembayaran Weselpos Instan, Pospay, dan metode lainnya siap digunakan.

Masih menurut Ira, dengan one stop service ini akan membuat bisnis UKM bisa lebih efisien, sehingga bisa bersaing baik di pasar nasional maupun pasar global. (sumber/arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.