Kamis, 6 Oktober 22

Poros LPJB Nilai Tito Karnavian dan Edy Rahmayadi Layak Jadi Cawapres

Poros LPJB Nilai Tito Karnavian dan Edy Rahmayadi Layak Jadi Cawapres
* Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. (Foto: kemendagri.go.id)

Obsessionnews.com – Sejumlah tokoh luar Pulau Jawa dinilai layak mendampingi calon presiden (capres) asal Jawa yang saat ini ramai diperbincangkan. Setidaknya lebih dari 10 tokoh yang menjadi perhatian Poros Luar Pulau Jawa Bersatu (LPJB). Dua di antaranya adalah Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi.

 

Baca juga:

Tito Karnavian Ditunjuk Presiden Sebagai Menteri PANRB Ad Interim

Pastikan Penanganan Covid-19 Berjalan Lancar, Tito Karnavian Kunjungi Tangsel

Pengkaji Geopolitik Hendrajit Sebut Ganjar Pranowo dan Andika Perkasa Stok Capres PDI-P

Eks Pemberontak Jadi Capres Terpilih dalam Pilpres Kolumbia

 

 

Tito dan Edy mencuri perhatian kelompok yang getol dengan agenda politik representasi Jawa – luar Jawa yang dinilai layak menjadi calon wakil presiden (cawapres) dalam perhelatan Pilpres 2024 mendatang.

“Kedua tokoh itu memiliki kapasitas yang setara dengan tokoh luar Jawa lainnya seperti Erick Tohir, Rachmat Gobel, Sandiaga Uno, Zulkifli Hasan, Sri Mulyani, Tuan Guru Bajang, Andi Amran Sulaiman, Syahrul Yasin Limpo dan beberapa tokoh lagi yang sedang digodok Presidium dan Dewan Kerja Nasional (DKN) Poros LPJB untuk didorong menjadi RI 2 bersanding dengan salah seorang putra terbaik asal Jawa untuk Indonesia 2024,” ujar Ketua Presidium Poros LPJB Andi Jamaro Dulung melalui siaran pers yang diterima obsessionnews.com, Senin (8/8/2022).

Presidium Poros LPJB menegaskan, bahwa kapasitas tokoh luar Jawa tak boleh diabaikan apalagi diremehkan. Sebab sejatinya Indonesia terbangun dari representasi kekuatan itu.

Andi Jamaro yang didampingi Ketua Dewan Kerja Nasional (DKN) Poros LPJB Hikma Ma’ruf Asli Bhakti mengungkapkan, tokoh seperti Tito dan Edy adalah sosok pekerja keras dan mampu memperlihatkan kapasitas kepemimpinannya dalam memimpin. Tokoh asal Sulawesi Selatan ini mengatakan, pihaknya berkepentingan mendorong representasi kekuatan luar Jawa untuk maju bertarung untuk menjaga keutuhan bangsa yang mulai tergerus akibat menguatnya rezim elektoral yang lebih berpatokan pada popularitas tokoh tanpa menghitung aspek keterwakilan yang representatif kebangsaan.

Mantan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU) era Hasyim Muzadi itu membeberkan sejumlah fakta yang menunjukkan politik Indonesia memang tak akan lepas dari representasi kekuatan yang tumbuh dan terbangun sejak awal gagasannya sebagai sebuah bangsa.

“Kebhinekaan adalah kodrat hakiki yang mestinya tumbuh dalam segala hal ditengah kehidupan berbangsa, termasuk dalam membangun kekuasaan politik,” ujar Andi.

Pada kesempatan yang sama Ketua DKN Poros LPJB yang akrab disapa Ma’ruf mengatakan, apa yang disampaikan Andi Jamaro Dulung adalah mewakili kegelisahan banyak tokoh luar Jawa yang merasa terabaikan dengan bangunan dan setingan politik saat ini. Tak heran, kata dia, sejumlah tokoh lintas daerah di Jakarta berembuk menyatukan pikiran agar para elite politik pemilik partai politik tak mengungkung demokrasi secara tertutup dengan berbagai cara yang tidak fair, termasuk dengan instrumen presidential threshold 20 ℅.

Ma’ruf mengungkapkan, Presidium dan DKN Poros LPJB sedang berusaha mengonsolidasikankekuatan untuk mendobrak benteng rezim elektoral yang dinilai mengamputasi hak politik tokoh-tokoh  luar Jawa untuk muncul.

“Pada saat yang sama kami mendalami dan mengkaji keberadaan sejumlah tokoh nasional asal luar Pulau Jawa untuk bisa dimunculkan sebagai kekuatan representatif luar Pulau Jawa yang saat ini terbagi dalam 28 provinsi,” cetusnya.

Sejauh ini, lanjutnya, DKN Poros LPJB telah membentuk jaringan Dewan Kerja Provinsi di 28 provinsi di  luar Jawa dengan agenda utama konsolidasi politik representatif Jawa-luar Jawa dalam perhelatan Pilpres 2024 mendatang. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.