Kamis, 26 Mei 22

Ponpes Tebuireng Tutup Akses Bagi Para Peziarah Kubur

Ponpes Tebuireng Tutup Akses Bagi Para Peziarah Kubur
* Makam Tebuireng. (Foto: Faktual)

Jakarta, Obsessionnews.com – Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng Jombang, melakukan kebijakan menutup sementara akses menuju makam untuk para peziarah. Kebijakan tersebut diambil untuk mengantisipasi menyebaran virus corona atau covid-19.

Hal itu tertuang dalam surat edaran resmi pihak Tebuireng dengan nomor surat 1524/I/HM 00 01/PENG/2020 ditandatangani oleh Pengasuh Pesantren Tebuireng KH. Abdul Hakim Mahfudz.

Surat tersebut adalah tindak lanjut dari anjuran pemerintah terkait upaya peningkatan kewaspadaan terhadap penyebaran corona virus (Covid-19).

“Pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang mengabil kebijakan, menutup semua kunjungan ziarah komplek makam Tebuireng, terhitung mulai Senin, (16/3) pukul 00.00 WIB sampai dengan waktu yang belum ditentukan,” demikian tertulis dalam surat tersebut.

Saat dikonfirmasi, Sekretaris Pesantren Tebuireng KH Abdul Ghofar membenarkan edaran tersebut. Ia mengatakan, kebijakan itu diambil sebagai langkah preventif untuk mencegah potensi penyebaran corona di ruang publik seperti anjuran pemerintah.

“Kami putuskan kebijakan tersebut dalam rapat pimpinan dan Majelis Keluarga Pesantren Tebuireng, dengan merujuk anjuran yang disampaikan pemerintah,” katanya.

Ia menuturkan, kompleks makam Pesantren Tebuireng sendiri merupakan, lokasi yang biasa dipakai peziarah untuk berdzikir dan bermunajat adalah lokasi yang setiap usai Maghrib dan Subuh juga menjadi tempat mengaji santri.

Selain itu, penutupan peziarah ini juga merupakan langkah Pengasuh Pesantren Tebuireng, untuk membantu pemerintah untuk mencegah dan menurunkan angka penularan virus corona yang terus bertambah.

“Mengingat jumlah pasien positif covid-19 yang diumumkan pemerintah cenderung bersifat eksponensial, maka langkah preventif ini diharapkan dapat membantu pemerintah dalam upacara pencegahan penyebaran virus tersebut,” kata dia.

Menurutnya, upaya pencegahan adalah hal yang harus diutamakan, sebagaimana yang terdapat pada ilmu fiqih Islam. Hal itu tak lain demi  kebaikan bersama.

“Hal itu juga sesuai dengan kaidah ushul fiqih, dar’ul mafasid muqaddam ala jalbi-l mashalih, mencegah mafsadat harus diutamakan daripada upaya meraih kemaslahatan,” katanya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.