Kamis, 28 Januari 21

Polusi Udara dan Merokok Perpendek Usia Hidup Kita

Polusi Udara dan Merokok Perpendek Usia Hidup Kita
* lmuwan memperkirakan usia harapan hidup secara global dipangkas lebih dari tiga tahun akibat paparan polusi udara. (BBC/Getty Images)

Penyakit pernapasan, kanker, masalah jantung, stroke dan berbagai hal lain dihubungkan dengan polusi udara sehingga kini ia disebut sebagai “merokok gaya baru”.

Seberapa besar bahaya polusi udara terhadap umur kita?

Sekelompok ilmuwan menyatakan polusi udara luar merampok rata-rata usia hidup kita hampir tiga tahun (2,9 tahun), dua kali lipat dari yang diduga sebelumnya dan lebih besar daripada merokok.

Dalam sebuah kajian yang diterbitkan di jurnal Cardiovascular Research, mereka menyatakan angka ini hampir 10 kali lebih besar dalam menurunkan harapan hidup yang disebabkan oleh segala bentuk kekerasan digabungkan – termasuk perang.

Para peneliti menemukan bahwa jumlah kematian karena polusi udara bisa melebihi kematian akibat merokok.

Mereka menggunakan metode statistika untuk menghitung tingkat kematian dan pengurangan usia harapan hidup di tahun 2015 dan menemukan bahwa polusi udara terhubung ke 8,8 juta kematian.

Merokok tembakau bertanggungjawab terhadap lebih dari 8,2 juta kematian setiap tahun menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Dari angka itu, lebih dari tujuh juta disebabkan penggunaan langsung rokok dan produk turunannya.

Menurut World Health Organization, lebih dari delapan juta orang meninggal akibat penyakit yang terhubung dengan rokok. (BBC/Getty Images)

Pandemi
Paparan polusi udara meningkatkan risiko serangan kardiovaskuler dan penyakit pernapasan. Selain itu ada efek buruk lainnya terhadap kehidupan kita.
“Kami percaya hasil ini memperlihatkan adanya ‘pandemi polusi udara'” kata Thomas Münzel, profesor di Mainz University Medical Center dan salah seorang penulis pada kajian tersebut, dalam pernyataannya.

“Para pembuat kebijakan dan komunitas medis harus memberi perhatian lebih terhadap hal ini. Selama beberapa dekade terakhir, sedikit perhatian yang diberikan kepada polusi udara ketimbang pada rokok,” kata Münzel.

Münzel dan rekan-rekannya berpendapat bahwa usia harapan hidup bisa meningkat dengan signifikan dengan pengurangan emisi bahan bakar fosil. Jika emisi ini bisa dipangkas ke angka nol, menurut mereka, usia harapan hidup bisa meningkat setidaknya setahun secara global.

Tim ahli juga memperkirakan dampak jangka panjang paparan polusi udara terhadap usia harapan hidup secara regional dan nasional. Di Asia Timur, usia harapan hidup terpotong nyaris empat tahun, sementara yang terendah adalah di Oceania (0,8 tahun).

Dampak juga berbeda tajam dari satu negara ke negara lain. Di Chad, lebih dari tujuh tahun usia harapan hidup terpangkas karena polusi, sementara di Kolombia angkanya empat bulan (0,37 tahun).

Emisi buatan manusia
Kajian ini menganalisis emisi yang dihasilkan manusia maupun polusi alami, yaitu polusi yang tak terhindarkan seperti debu gurun dan kebakaran alami. Disimpulkan sekitar dua pertiga kematian prematur global yang disebabkan oleh polusi terhubung dengan tindakan manusia.

“Ini bisa 80% di negara dengan pendapatan tinggi. Sekitar 5,5 juta kematian di seluruh dunia secara potensial bisa dihindari,” kata Thomas Münzel.

Para peneliti juga menganalisis hubungan antara polusi udara dengan enam jenis penyakit mulai dari darah tinggi hingga kanker paru. Mereka menemukan bahwa penyakit jantung menjadi penyumbang terbedar dalam memangkas usia manusia, diikuti oleh infeksi pernapasan.

“Ketika kita lihat bagaimana polusi memainkan peran dalam beberapa jenis penyakit, dampak terhadap penyakit kardiovaskuler merupakan yang terbesar. Sangat mirip dengan dampak merokok,” kata Jos Lelieveld, anggota tim peneliti lain.

“Polusi udara menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah seiring peningkatan stres oksidatif, yang lantas meningkatkan tekanan darah, diabetes, stroke, serangan jantung dan gagal jantung”.

Nampaknya, baik polusi udara maupun merokok dapat memperpendek usia hidup kita. (*/BBC)

Sumber: BBC Magazine

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.