Jumat, 3 Februari 23

Polri Undang Ormas Islam Bahas Teroris dan Narkoba

Polri Undang Ormas Islam Bahas Teroris dan Narkoba
* Polri menggalang komunikasi kepada sejumlah Organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam di auditorium Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Jakarta Selatan pada Selasa (31/1/2017)

Jakarta, Obsessionnews.com – Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2017 serentak yang akan digelar pada 15 Februari mendatang, Polri terus menggalang komunikasi dengan sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam dengan cara menggelar silaturahmi di auditorium Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Jakarta Selatan pada Selasa (31/1). Hal itu dilakukan untuk menjaga stabilitas dan keamanan menjelang pelaksanaan pemungutan suara nanti.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, tujuan silaturahmi itu adalah untuk membahas situasi keamanan dan ketertiban masyarakat diseluruh Indonesia saat ini.

“Jadi kerja sama dalam konteks ulama dan umaro ini menjadi penting untuk menyamakan persepsi dalam menyelesaikan permsalahan-permasalahan yang ada di masyarakat. Semoga hari ini ada semacam komunikasi interaktif, ideologis di antara yang hadir dengan unsur-unsur perwakilan di dalam termasuk institusi Polri juga,” jelasnya di gedung PTIK.

Boy juga menyampaikan, keamanan dan kenyamanan masyarakat tidak hanya tugas anggota kepolisian. Boy menyebut peran ulama juga sangat dibutuhkan demi tercapainya tujuan tersebut. Pertemuan ini juga menjadi ajang mempererat hubungan Polri dan ormas Islam karena kesamaan tugas untuk membina masyarakat.”Ini upaya memperat hubungan silaturahmi di antara ormas-ormas Islam yang ada dengan Polri,” katanya.

Dia menambahkan, pertemuan hari ini paling tidak bisa saling sharing, di samping itu sama-sama ada kegiatan diskusi. Kesempatan juga menyampaikan masukan-masukan karena unsur-unsur pemerintah hadir. Dari kepolisian, dari Kementerian Dalam Negeri, dari Kemenko Polhukam juga hadir.

Hal senada juga dikatakan oleh Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri Komjen Putut Eko Bayuseno yang menyampaikan Selain sharing, kerjasama antara Polri dengan ormas Islam untuk menyelesaikan beberapa masalah yang dialami bangsa Indonesia. Dia mengatakan, dalam rangka menghadapi situasi ke depan, polisi tidak bisa bekerja sendiri untuk hadapi ancaman. Oleh karena itu, kita rangkul semua lapisan masyarakat, kali ini bersilaturahmi dengan ormas Islam.

Ancaman yang dimaksud adalah terkait diselenggarakannya Pemilu serentak 2017 di 101 titik. Selain itu, yang menjadi perhatian adalah masalah terorisme, paham radikal, dan masalah narkotika.”Ancaman tersebut di antaranya adalah ancaman terorisme, paham radikal, dan narkotika,” ujar Putut di PTIK.

Polri juga mengajak para ulama untuk membina masyarakat agar tidak melakukan pelanggaran hukum. Karena, pada dasarnya tugas ulama dan polisi adalah sama, yaitu membina masyarakat dan mencegah adanya gesekan antar golongan masyarakat.

“Sama-sama melakukan deteksi apakah di tingkat bawah ada letupan yang kalau dibiarkan bisa jadi besar,”katanya.

Putut pun berharap, masyarakat bisa menyelesaikan suatu permasalahan dengan cara musyawarah dan mufakat, tidak perlu sampai ke tingkat pengadilan. Menurutnya, jika semua masalah sampai ke tingkat pengadilan, maka akan memakan biaya yang cukup besar.

untuk diketahui, beberapa ormas yang hadir diantaranya Gerakan Pemuda Kabah (GPK), Persatuan Sarjana Muslim Indonesia (Persami), Nahdlatul Ulama Daerah (NU), Forum Betawi Bersatu (FBB), Gerakan Pemuda Al Washliyah, Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII), Gerakan Nasional Memerangi Terorisme (GNMT), Forum Kemitraan dan Polisi Masyarakat (FKMP), Forum Ahlussunnah, dan lain-lain. (Purnomo)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.