Senin, 4 Juli 22

Polri: Penangkapan 11 Aktivis untuk Jaga Kemurnian Aksi 212

Polri: Penangkapan 11 Aktivis untuk Jaga Kemurnian Aksi 212
* Kadiv Humas Mabes Polri irjen Boy Rafli Amar.

Jakarta, Obsessionnews.com – Mabes Polri mengklaim penangkapan terhadap 11 aktivis pada Jumat 2 Desember 2016 lalu murni penegakan hukum. Hal itu dikarenakan Polri menjaga kemurnian kegiatan aksi damai pada 2 Desember yang telah disepakati oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Menjaga agar kemurnian niat dari sejumlah ulama yang dipelopori GNPF MUI yang datang ke Monas pada Jumat 2 Desember adalah untuk beribadah,” ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar di Jakarta, Senin (5/12/2016).

Boy menjelaskan, pihak kepolisian sudah lama mengimbau dan menjalin komunikasi persuasif agar tidak ada pihak-pihak yang memanfaatkan kegiatan Doa Bersama tersebut.

Polri menilai ada pihak-pihak yang akan memanfaatkan massa doa Bersama sehingga Polri menindak agar ibadah di kawasan Monas itu tidak terganggu.

“Dalam doa bersama, semua pihak komit, pukul 13.00 WIB, dan pukul 16.00-17.00 WIB sudah bersih. Langkah itu memang kami rancang bersama GNPF MUI, mulai dari tempat di Hotel Indonesia dan Silang Monas,” kata Boy.

Dia berdalih, jika penangkapan aktivis itu sudah sesuai prosedur sehingga tidak benar tuduhan beberapa pihak bahwa apa yang dilakukan Polri di luar prosedur. Menurut dia, upaya paksa yang dilakukan Polri diatur dalam hukum, namun dirinya menyadari ada pihak yang tidak berkenan atas penerapan upaya paksa itu.

“Polri patuh pada UU dan konstitusi negara. Setiap langkah Polri pasti ada yang menimbulkan ketidaksukaan karena kami memiliki kewenangan upaya paksa yang diatur UU,” ungkapnya.

Menurutnya, Polri telah mendeteksi ada hal-hal yang tidak baik sehingga tidak mungkin institusi tersebut mendiamkan deteksi dini itu. (Purnomo)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.