Rabu, 19 Juni 19

Polri Diminta Usut Empat Poin Kerusuhan di Jakarta

Polri Diminta Usut Empat Poin Kerusuhan di Jakarta
* Aksi demo rusuh di depan Bawaslu RI, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019) malam. (Foto: Kapoy/OMG)

Jakarta, Obsessionnews.com – Indonesia Police Watch (IPW) menilai, ada empat poin yang perlu diusut dan dijelaskan Polri secara transparan kepada publik soal aksi demonstran yang anarkis selama dua hari di Jakarta, yakni 21 dan 22 Mei 2019.

Ketua Presidium IPW Neta S Pane mengatakan, poin yang pertama, Polri sudah menyita satu mobil ambulance berlogo Partai Gerindra yang diduga mensuplai batu untuk demonstran, siapa pemiliknya dan siapa otak penyuplai batu untuk melempari aparat itu.

“Kedua, Polri sudah menyita sejumlah uang dari sejumlah demonstran yang diduga pelaku kerusuhan, sehingga Polri mengatakan mereka adalah massa bayar,” ujar Neta dari keterangan tertulisnya yang diterima obsessionnews.com, Kamis (23/5/2019).

Ketiga, Polri harus mengungkapkan siapa pelaku penembakan dengan peluru tajam yang menyebabkan sejumlah orang tewas dan terluka. Lalu apa kaitannya dengan penemuan ratusan butir peluru tajam di lokasi kerusuhan.

“Keempat, Polri dan TNI sudah menahan jenderal purnawirawan yang juga tim kampanye Capres 02 yang diduga terlibat dalam penyelundupan senjata api laras panjang,” kata pria kelahiran Medan 18 Agustus 1964 itu.

Menurut mantan wakil Pemimpin Redaksi Surat Kabar Jakarta ini, keempat hal ini perlu dijelaskan kepada publik, apa kaitan dan kontribusinya dalam aksi demo yang berlanjut pada kerusuhan selama dua hari di Jakarta.

Selain itu Polri harus mengusutnya dengan tuntas agar diketahui, apakah aksi demo yang rusuh itu diorganisir secara masif atau ulah hanya ulah oknum-oknum tertentu di balik pendukung 02. Begitu juga dengan adanya temuan Polri bahwa adanya massa bayaran, siapa yang membayar harus segera dikejar dan ditangkap aparat kepolisian.

Apakah yang bersangkutan figur partai, pengusaha, atau anak mantan penguasa. Hal ini agar diketahui apakah penyandang dana itu sebuah kelompok yang masif atau perorangan. Polri perlu bekerja cepat agar pihak-pihak yang bermain-main dengan kerusuhan tersebut bisa disapu bersih.

“Sehingga mereka tidak lagi membuat kekacauan pada saat pelantikan presiden terpilih di Pilpres 2019,” pungkasnya. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.