Kamis, 2 Desember 21

Polri Cekal dan Blokir Dua Tersangka Kasus UPS

Polri Cekal dan Blokir Dua Tersangka Kasus UPS

Jakarta, Obsessionnews – Badan Reserse Kriminal Mabes Polri akan melakukan pencekalan terhadap dua tersangka kasus pengadaan 25 paket uninterruptible power supply (UPS) untuk SMAN/SMK di Jakarta tahun anggaran 2014, Alex Usman selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) pengadaan UPS Sudin Dikmen Jakarta Barat dan Zaenal Soleman selaku PPK Pengadaan UPS Sudin Dikmen Jakarta Pusat.

“Sedang disiapkan suratnya. Kalau sudah rampung segera dikirim ke pihak Imigrasi agar dicegah keluar negeri,” ujar Kabag Penum Polri Kombes Rikwanto, Rabu (1/4/2015).

Rikwanto mengatakan, pihaknya juga akan melakukan pemeriksaan terhadap dua anak buah Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) itu, pada pekan depan.

Menurut dia, pemeriksaan dua tersangka itu untuk mengetahui siapa calon tersangka lainnya, termasuk tersangka dari pihak swasta.
Atas perbuatannya kedua tersangka dikenakan Pasal 2 dan Pasal 3 UU No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah dirubah dan ditambahkan dengan UU RI No 20 tahun 2001 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Penyidik Bareskrim Polri juga akan memblokir rekening dua tersangka dugaan korupsi UPS tersebut. Pemblokiran dua rekening itu, lantaran penyidik masih mendalami aliran dana dugaan korupsi tersebut. “Rekening keduanya sudah dibekukan,” tegas Rikwanto.

Hanya saja, Rikwanto tidak membeber isi rekening keduanya, dengan alasan bukan untuk disebarluaskan kepada publik, melainkan untuk mendalami penyidikan. “Itu bukan konsumsi publik,” katanya.

Selain itu, pemblokiran atau pembekuan rekening ini dilakukan karena penyidik menengarai dan melihat ada aliran dana diduga hasil korupsi UPS dari dua tersangka anak buah Ahok itu.”Kan dananya itu sudah cair, jadi penyidik saat ini mendalami aliran dana hasil korupsi itu ke mana saja. Apakah ke (oknum) legislatif dan distributornya, atau lainnya,” jelas Rikwanto.

Sekedar informasi, sejauh ini baru dua tersangka yang dijerat dari kalangan eksekutif. Polri menegaskan, ada tiga pihak yang bakal jadi tersangka. Yakni oknum legislatif, eksekutif dan swasta.(Purnomo)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.