Selasa, 4 Oktober 22

Polri Bisa Saja Serahkan Berkas Kasus Kondensat Tanpa Audit BPK

Polri Bisa Saja Serahkan Berkas Kasus Kondensat Tanpa Audit BPK

Jakarta, Obsessionnews –¬†Penghitungan Kerugian Negara (PKN) dalam kasus perkara korupsi penjualan kondensat antara PT TPPI dengan SKK Migas masih terus bergulir.

Kepala Subdirektorat Tindak Pidana Pencucian Uang Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Kombes Pol Golkar Pangarso mengisyaratkan akan mengirimkan berkas perkara korupsi penjualan kondensat kepada Kejaksaan Agung (Kejagung) tanpa hasil audit kerugian negara dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Menurut Golkar, penyidik bisa saja tidak menyertakan hasil audit BPK terkait kerugian negara, tetapi hanya berdasarkan audit internal yang dilakukan kepolisian.

“Kami berpegang pada salah satu putusan MA yang menyatakan bahwa kerugian negara itu hanya bisa dihitung oleh Kepolisian atau auditor publik,” ujar Golkar di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (9/10/2015).

Walaupu begitu, Golkar tetap berharap BPK mau memberikan hasil potensi kerugian negara dari perkara korupsi yang diperkirakan merugikan negara hingga Rp2 triliun itu, sebelum pihaknya menyerahkan berkas perkara ke Kejaksaan.

“Ya nanti dilihat saja. Mungkin iya (dikirim ke kejaksaan tanpa penghitungan BPK). Mungkin juga tidak. Toh, sudah ada aturannya,” tegasnya.

Selagi menunggu hasil audit kerugian negara, penyidik lanjut Golkar memilih fokus melengkapi berkas perkara dengan memeriksa sejumlah saksi tambahan.

Seperti diketahui, Bareskrim Polri telah mengusut kasus dugaan korupsi dan pencucian uang lewat penjualan kondensat yang melibatkan BP Migas dan PT TPPI sejak Mei 2015.

Penyidik telah menetapkan tiga orang tersangka, yakni eks Kepala BP Migas Raden Priyono, eks mantan Deputi Finansial Ekonomi dan Pemasaran BP Migas Djoko Harsono dan mantan pemilik PT TPPI Honggo Wendratmo.

Penyidik juga menemukan bahwa meskipun kontrak kerja sama BP Migas dengan PT TPPI ditandatangani pada Maret 2009, tetapi PT TPPI sudah menerima kondensat dari BP Migas sejak Januari 2009 untuk dijual. PT TPPI juga diduga tidak menyerahkan hasil penjualan kondensat ke kas negara. (Purnomo)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.