Rabu, 7 Desember 22

Polrestabes Semarang Bekuk Anggota Mafia Lapas

Polrestabes Semarang Bekuk Anggota Mafia Lapas
* Polrestabes Semarang berhasil mengamankan 25 tersangka yang terjerat kasus penyalahgunaan barang haram narkotika.

Semarang, Obsessionnews – Sepanjang operasi Berantas Sindikat Narkoba (Bersinar) yang digelar pada bulan Maret lalu, Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Semarang berhasil mengamankan 25 tersangka yang terjerat kasus penyalahgunaan barang haram narkotika.

Ke-25 tersangka merupakan hasil razia yang ditujukan ke tempat-tempat hiburan dan lokasi rawan peredaran narkoba. Diantara para tersangka, bahkan terdapat seorang residivis yang diduga merupakan anggota jaringan mafia narkoba dari dalam Lembaga Pemasyarakatan.

Kepala Polrestabes Semarang, Kombes Pol Burhanudin mengatakan para tersangka ditangkap dengan barang bukti berbeda-beda. Status mereka pun beragam.

“Ini beda-beda ini. Ada yang pengguna, pengedar sampai bandar,” ujarnya dalam gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Senin (18/4/2016).

Rincian para tersangka adalah 14 orang pengguna, 9 pengedar dan 2 orang bandar. Jumlah tersebut melebihi target yang dipatok dalam operasi Bersinar. Barang bukti yang berhasil diamankan antara lain 237,236 gram sabu-sabu, 27 pil ekstasi, 4 buah bong dan 5 buah pipet kaca.

Sementara tersangka dengan barang bukti terbanyak adalah Slamet Teguh Wahyudi bin Suwandi yang juga Target Operasi. Slamet pemilik seluruh barang bukti sabu-sabu dikendalikan oleh pelaku di Lapas Nusakambangan dan Kedungpane Semarang.

“Dari dalam Lapas ada itu. Namanya Negro. Kami langsung cek kesana. Tapi begitu sampai sana, yang bersangkutan kami geledah tidak ada barang bukti,” tukas dia.

Pihaknya beralasan terlalu lamanya koordinasi birokrasi antara instansi Polri dengan Lapas yang membuat pelaku di dalam penjara menghilangkan barang bukti. Slamet sendiri diketahui pernah dihukum dalam kasus narkoba bersama Negro di Lapas yang sama, dengan kurun waktu 5 tahun.

“Slamet ini sama-sama di Lapas Batu. Ini nanti dalam kesempatan pertama saya mau kesana (Lapas Batu). Untuk menentukan mana sih yang namanya Negro itu,” tegasnya.

Para tersangka kini ditahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Diharapkan, adanya operasi Bersinar mampu memukul mundur peredaran barang haram tersebut di kota Semarang. (Yusuf IH, @HanggaraYusuf )

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.