Minggu, 3 Maret 24

Polres Lampung Selatan Ungkap Jaringan Penyelundupan Narkoba Senilai Rp40,1 Miliar

Polres Lampung Selatan Ungkap Jaringan Penyelundupan Narkoba Senilai Rp40,1 Miliar
* Suasana saat Kapolres Lampung Selatan AKBP Yusriandi Yusrin menggelar konferensi pers terkait kasus pengungkapan narkoba, di Kalianda, Rabu (6/12/2023). (Foto: ANTARA/Riadi Gunawan)

Obsessionnews.com – Kepolisian Resor (Polres) Lampung Selatan, Polda Lampung, mengumumkan pengungkapan kasus besar penyelundupan dan peredaran narkoba di wilayah mereka.

Kapolres Lampung Selatan AKBP Yusrindi Yusrin menyampaikan bahwa selama tiga bulan terakhir, pihaknya berhasil mengungkap kasus dengan total nilai mencapai Rp40,1 miliar.

Dalam konferensi pers di Kalianda, Rabu (6/12/2023), Yusrindi menyatakan bahwa barang bukti yang berhasil diamankan melibatkan narkoba jenis sabu seberat 39,2 kilogram, ganja seberat 94 kilogram, dan pil ekstasi sebanyak 1.050 butir.

”Kasus ini mencakup periode September hingga November 2023 dan melibatkan 19 tersangka dari 12 kasus tindak pidana,” ujar Yusrindi.

Yusrindi menjelaskan, jaringan yang diungkap oleh Polres Lampung Selatan disebut sebagai jaringan nasional dan internasional. Kapolres menjelaskan bahwa beberapa jaringan lokal, seperti di Jawa, Sumatera, dan Nusa Tenggara Barat, terlibat dalam kasus ini, dan bahkan ada satu jaringan internasional dari Malaysia.

“Para tersangka menggunakan berbagai modus operandi, termasuk menyembunyikan narkoba di dalam kendaraan, seperti mobil pribadi, bus, dan mobil paket. Modusnya bervariasi, mulai dari penyembunyian di dalam dashboard hingga pintu mobil,” kata Yusrindi.

Yusrindi juga menekankan bahwa banyak kasus ini terjadi di area pemeriksaan Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni-Merak.

“Hampir seluruhnya kita amankan di area Seaport Interdiction Pelabuhan Bakauheni,” tambah Yusrindi.

Menghadapi situasi ini, pihak kepolisian terus memperketat pengawasan di area keluar masuk Pelabuhan Bakauheni. Menurut Yusrindi, kawasan pelabuhan, khususnya di Pelabuhan Bakauheni, menjadi titik rawan penyelundupan barang terlarang karena merupakan tempat keluar masuk dan pintu gerbang Pulau Sumatera.

Atas kasus ini, para tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 jo Pasal 112 ayat 2 jo Pasal 132 ayat 2 UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana paling singkat lima tahun, paling lama 20 tahun atau seumur hidup, dan hukuman mati. Pihak kepolisian berkomitmen untuk terus memberantas peredaran narkoba di wilayah hukumnya demi menjaga keamanan dan kesejahteraan masyarakat. (Antara/Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.