Minggu, 20 Januari 19

Strategi Kampanye Ala Ma’ruf Amin

Strategi Kampanye Ala Ma’ruf Amin
* Jokowi dan Ma'ruf Amin. (Foto: Twitter @KPU_ID)

Jakarta, Obsessionnews.com – Calon wakil presiden Ma’ruf Amin harus tetap bekerja keras untuk bisa memenangkan pertarungan di Pilpres 2019. Sebab, meski elektabilitas pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin ini relatif masih tinggi dalam beberapa surve, di beberapa titik elektabilitas mereka ada yang masih rendah dibandingkan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Situasi ini membuat Tim Kampanye Nasional pasangan Jokowi-Ma’ruf berpikir membangun strategi, agar elektabilitasnya bisa terus naik mendekati Pilpres tahun ini. Tak terkecuali Ma’ruf sendiri. Di usianya yang cukup tua itu, Ma’ruf terus sibuk berkunjung ke daerah untuk bersilaturahmi menyapa masyarakat.

Bagi Ma’ruf, di saat genting seperti ini kampanye secara darat dianggap jauh lebih efektif, karena objek yang didatangi lebih jelas. Sebagai orang yang mencintai dunia sepak bola, Ma’ruf menyatakan, strategi ke depan dalam memenangkan Pilpres ini akan menggunakan pola man to man marking.

Door to door. Man to man marking itu kalau orang main bola, jangan ada sejengkal tanah yang bebas dari jangkauan,” kata Ma’ruf saat menerima Relawan Jokowi (Rejo) di kediamannya Jalan Situbondo, Jakarta Pusat,
Jumat (4/1/2019).

Ma’ruf meyakini struktur Rejo yang diisi banyak tokoh mampu menggarap sejumlah wilayah yang dulu menjadi titik lemah Jokowi di Pemilu 2014. Ia mengambil contoh, Ketua Rejo Sumatera Barat yang merupakan mantan wali kota Padang dua periode Fauzi Bahar harus mampu membawa kemenangan di wilayahnya.

Di luar Fauzi, ada nama Freddy Numberi, mantan menteri perhubungan yang juga tokoh asal Papua. “Kenapa (harus) menang supaya apa yang sudah ditorehkan, dibuat, diletakkan, saya sebut sudah buat milestone-nya bisa dilanjut. Dengan landasan yang kuat itu bisa dibangun sesuatu yang lebih besar lagi,” kata Ma’ruf.

Siap Ikut Debat

Di luar kesibukannya itu Ma’ruf Amin juga harus banyak meluangkan waktu untuk belajar menyerap materi untuk tampil dalam depat capres-cawapres. Sebab harus diakui kemampuan calon dalam menguasai panggung depat akan sangat memengaruhi elektabilitas pasangan calon.

Ma’ruf dituntut untuk mengetahui banyak hal atau persoalanz, baik ekonomi, politik, hukum dan keamanan. Namun ia mengaku sudah cukup percaya diri untuk mengikuti debat publik secara perdana yang akan dimulai 17 Januari 2019, mendatang.

“Tim materi debat, kemarin sudah ke sini, besok hari Minggu juga meng-update terus, juga terus mempersiapkan diri bagaimana itu menyiapkan materi debat,” kata Ma’ruf

Ma’ruf, juga mengaku tidak ada persiapan khusus atau istimewa berhadapan dengan Sandiaga Uno dalam sesi depat khusus calon wakil presiden. Yang terpenting bagi Ma’ruf adalah persiapan mental.

Dalam satu sesi khusus, 17 Maret 2019, dua kandidat calon wakil presiden akan berhadapan memaparkan gagasan dan program mereka dengan tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial dan budaya.

“Kalau debatnya sama saja, cuma ini memang ditonton masyarakat se-Indonesia. Maka itu selain persiapan materi, persiapan mental maka mentalnya harus siap. Walaupun materinya cukup, mentalnya tidak itu grogi. Istilahnya harus siap mental dan siap materi debatnya,” kata dia.

Terkait mentor debat, Ma’ruf saat menyusun materi didampingi oleh tim kampanye nasional. Tidak ada figur khusus yang sengaja didatangkan untuk melatih debat, karena setiap isu yang mesti dijelaskan disesuaikan mengikuti tema.

“Tentu saya membutuhkan informasi, data, memerlukan juga sasaran yang ingin dicapai. Beda ketika saya jadi Ketua Umum MUI, Rais Am PBNU, penguasaanya berbeda. Bukan guru, tapi coach memberikan informasi,” kata dia. (Albar)

 

Baca juga:

DPW PAN Kalsel Dukung Jokowi-Ma’ruf

Pendukung Jokowi-Ma’ruf Nyatakan Ekonomi Indonesia Baik

Suara Emak Peduli Indonesia Siap Menangkan Jokowi-Ma’ruf

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.