Rabu, 12 Desember 18

Orang Gila Diusulkan Masuk DPT, Mahfud: Itu Tandanya KPU Responsif

Orang Gila Diusulkan Masuk DPT, Mahfud: Itu Tandanya KPU Responsif
* Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD. (Foto Viva.co.id)

Jakarta, Obsessionnews.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) berencana memasukkan orang gangguan jiwa ke daftar pemilih tetap (DPT) di Pemilu 2019 nanti. Sebab, orang yang memiliki gangguan jiwa masuk dalam kategori penyandang disabilitas.

Langkah tersebut berdasarkan rekomendasi dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan sejumlah masyarakat sipil. Meski demikian ide kebijakan tersebut mendapatkan pro dan kontra serta perhatian publik.

Menanggapi hal itu, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menilai ide memasukkan orang gangguan jiwa tersebut menandakan KPU yang bersifat responsif terhadap usulan dan masukan dari masyarakat.

“Soal ide memasukkan orang gila ke DPT Itu tandanya @KPU_RI responsif, semua kemungkinan dibuka dulu agar hak politik WNI dihormati,” ujar Mahfud dalam akun twitternya @mohmahfudmd, Selasa (4/12/2018).

“Tp stlh direspons oleh publik ya tidak jadi, artinya hrs di-pilah2 dulu. Itu kan responsif: siap mengajukan ide, siap menampung pendapat publik,” tambahnya.

Lalu, Mahfud MD mengatakan, rencana kebijakan KPU itu dilihatnya sebagai bentuk responsif, bukan sebagai reaktif. Pasca reformasi, Mahfud menilai KPU sudah banyak melakukan perubahan ke arah lebih baik, dari sisi manajemen dan aturan. KPU juga dinilai sudah independen.

Mahfud sendiri kemarin diundang KPU untuk dimintai pendapat tentang banyak hal menyangkut pelaksanaan Pemilu 2019. Ia bahkan menyoroti polemik Oesman Sapta yang berencana mencalonkan kembali sebagai anggota DPD. Mahfud minta KPU tetap berpegangan teguh pada keputusan MK yang melarang kader parpol maju sebagai calon DPD. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.