Minggu, 20 Januari 19

Menanti Gerak Cepat Polisi Tangkap Aktor Intelektual Penyebar Hoax Surat Suara

Menanti Gerak Cepat Polisi Tangkap Aktor Intelektual Penyebar Hoax Surat Suara
* Ilustrasi surat suara untuk pemilu presiden 2019. (Foto: tribunnews.com)

Jakarta, Obsessionnews.com – Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Mabes Polri menangkap dua pelaku yang diduga menyebarkan berita hoaxk tujuh kontainer berisi surat suara tercoblos di Pelabuhan Tanjung Priok. Kedua orang itu berinisial HY dan LS, masing-masing diamankan secara terpisah di Bogor dan Balikpapan, Jumat (4/1/2019).

Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan bahwa kedua terduga pelaku hanya ditangkap untuk proses pendalaman keterangan. Rencananya, penyidik akan memanggil beberapa saksi ahli, saksi ahli hukum pidana, saksi ahli bahasa dan saksi ahli ITE untuk mengungkap kasus ini lebih jauh. 

“Penyidik Siber tidak menahan mereka, tapi pendalaman keterangan selama 1×24 jam,” ungkap Dedi.

Dedi menambahkan, hingga saat ini penyidik masih terus mencari tahu pelaku utama yang membuat dan menyebarluaskan rekaman suara tersebut. Selain itu, Dedi juga menyatakan dalam setiap proses pemeriksaan dan penyidikan akan selalu menjunjung asas kehati-hatian.

“Yang penting targetnya harus tuntas sampai ke aktor intelektualnya. Karena (isu bohong) bisa mengganggu proses demokrasi di Indonesia,” ujar Dedi.

Siapa Aktor Intelektual Dimaksud ?

Dedi mengaku pihaknya sudah mengantongi identitas pelaku utama diduga penyebar hoax itu. Orang tersebut yang membuat juga memviralkan pertama kali. Adapun penyidik juga telah melakukan profiling terhadap penyebar hoax tersebut. “Sudah diketahui, sudah diprofil. Makanya, penyidik sedang mendalami yang membuat dan yang memviralkan suara tersebut maupun yang memviralkan narasi,” katanya. 

Tim Kampanye Nasional (TKN) Capres dan Cawapres Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin mendesak polisi segera mengungkap aktor intelektual yang memproduksi kabar bohong atau hoaks ada tujuh kontainer surat suara sudah tercoblos.

Juru Bicara TKN Jokowi-Ma’ruf, Ace Hasan Syadzily mengatakan, penyebaran kabar bohong tujuh kontainer surat suara itu merupakan tindak kejahatan. Kabar tersebut membahayakan stabilitas politik, meresahkan masyarakat, mengganggu pemilu dan berpretensi medelegitimasi pemilu. “Mendukung aparat keamanan untuk memburu pelaku kejahatan dan aktor intelektual yang memproduksi dan menyebarkan kabar bohong ini,” ujar Ace.

Dia menduga ada skenario tertentu dibalik munculnya kabar bohong tersebut. Salah satunya untuk menciptakan kondisi ketidakpercayaan pada lembaga penyelenggara pemilu. “Besar kemungkinan ada yang sedang merancang skenario dari awal untuk mendelegitimasi hasil pemilu dengan alasan pemilu curang. Sudah pasti dilakukan oleh pihak yang tidak siap kalah,” ucapnya.

Menurutnya, kabar hoaks tersebut sangat merugikan capres dan cawapres nomor urut 01.  Maka itu dia mengapresiasi langkah cepat Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk memastikan kebohongan berita soal penemuaan tujuh kontainer surat suara tersbut. “Kami jelas dirugikan dengan permainan skenario ini karena dituduh berbuat curang,” ucapnya.

Polri telah menerima laporan dari Jokowi Mania yang melaporkan politikus Partai Demokrat Andi Arief, dan Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ustaz Tengku Zulkarnain ke Bareskrim Mabes Polri. Keduanya diduga telah menyebarkan berita bohong atau hoaks surat suara yang tercoblos.

“Kami bawa beberapa barang bukti ada Andri Arief dan Tengku Zulkarnain,” kata Ketua Umum Jokowi Mania, Imanuel Ebenezier di Bareskrim Mabes Polri, Gambir, Jakarta.

Dia tak memedulikan pembelaan yang disampaikan Andi Arief. Dia bersikukuh Andi Arief dan Zulkarnain sebagai penyebar hoaks. Menurut dia, hoaks sangat berbahaya. Hal itu dinilai dapat menimbulkan kekacauan menjelang Pemilu 2019. “Enggak penting mereka bilang apa, mereka berdua turut menyebarkan,” beber Imanuel.

Sebelumnya, beredar kabar ada tujuh kontainer masing-masing berisi 10 juta surat suara tercoblos untuk pasangan capres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Kabar bohong itu tersiar melalui rekaman suara di media sosial serta melalui tulisan pesan berantai.

Kondisi semakin panas setelah Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief mencuitkan kabar tersebut melalui akun Twitter pribadinya @AndiArief_. “Mohon dicek kabarnya ada 7 kontainer surat suara yang sudah dicoblos di Tanjung Priok. Supaya tidak fitnah harap dicek kebenarannya karena ini kabar sudah beredar.”

Sedangkan Tengku Zulkarnain melalui akun twitter tengkuzulkarnain @ustadtengkuzul mencuitkan bahwa “7 kontainer Surat Suara Pemilu yg Didatangkan dari Cina Sudah Tercoblos untuk Pasangan Nomor 01? (Kompas TV). Nampaknya pemilu sudah Dirancang untuk CURANG..? Kalau NGEBET Banget Apa Tidak Sebaiknya Buat Surat Permohonan agar Capres yg Lain Mengundurkan Diri Saja?. Siapa Tahu Mau. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.