Rabu, 12 Desember 18

Ini Cerita Basarah Soal Pendiri PKS Bergabung ke PDI-P

Ini Cerita Basarah Soal Pendiri PKS Bergabung ke PDI-P
* Pertemuan antara Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP PDI-P yang juga Walkl Ketua MPR Ahmad Basarah dengan putri pendiri Partai Keadilan Sejahtera (PKS) almarhum KH Yusuf Supendi, yakni Azmah Shoobiroh. (foto: benderanews.com)

Jakarta, Obsessionnews.comPertemuan antara Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP PDI-P yang juga Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah dengan putri pendiri Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Almarhum KH Yusuf Supendi, yakni Azmah Shoobiroh, pada Selasa 27 November 2018 lalu, sama-sama menceritakan kenangan mereka dengan Yusuf sebelum meninggal dunia pada 3 Agustus 2018 lalu.

Dalam pertemuan itu,Basarah dan Azmah membuka banyak kenangan terhadap sosok alm KH Yusuf, termasuk melihat 12 bagian rekaman video Yusuf sebelum wafatnya.

Basarah mengatakan, pada rekaman itu, almarhum menyampaikan sikapnya dengan pemikiran yang jernih. Dia (Yusuf) menggambarkan pencapaian kebijaksanaan yang sempurna.

“Testimoni KH Yusuf Supendi secara khusus sudah kami tayangan di kanal Youtube sesuai dengan pesan almarhum pada saat wawancara dilakukan, hanya beberapa hari sebelum beliau wafat,” ujar Basarah.

Sementara  Azmah mengaku, selama ini dirinya selalu mendampingi ayahnya. Pada saat-saat akhir hidupnya, alm Yusuf banyak bercerita soal alasannya bergabung ke PDI-P. Ternyata, alm Yusuf ingin berdakwah di partai yang dipimpin oleh Megawati Soekarnoputri itu.

“Beliau banyak menceritakan ke saya mengapa bergabung ke PDI-P. Almarhum abi (bapak) benar-benar ingin berdakwah di ‘kandang banteng’. Sikap almarhum tersebut setelah melalui kajian yang lama dan kebetulan sahabat-sahabat beliau juga banyak berasal dari PDI-P,” ujar Azmah.

Wafatnya Yusuf membuat PDI-P harus mengganti posisi lowong pada daftar Caleg. Yaitu Caleg PDI-P dengan daerah pemilihan Kabupaten Bogor pada nomor urut 2. Untuk itu, sebagai seorang putrid, Azmah akan meneruskan cita-cita ayahnya di dapil tersebut. “Upaya almarhum abi (bapak, Red) untuk berdakwah di ‘Kandang Banteng’ saya teruskan,” ungkap Azmah.

Dia menegaskan, terkait tuduhan bahwa PDI-P menjaga jarak dengan Islam sama sekali tidak benar dan hanya merupakan fitnah yang keji.

Selain itu, dia juga mengucapkan terima kasih, karena ternyata menjadi Caleg PDI-P memang dipersiapkan dengan baik melalui Sekolah Partai. “Ideologi Pancasila dan strategi pemenangan Pemilu diajarkan dengan cara gotong royong dan bermartabat,” kata Azmah. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.