Selasa, 30 November 21

Politik Dua Kaki PAN, Untuk Amankan Zul di MPR

Politik Dua Kaki PAN, Untuk Amankan Zul di MPR
Jakarta, Obsessionnews – Pengamat Politik dari Universitas Mercu Buana, Nabil Ahmad Fauzi menilai, dibalik sikap politik dua kaki yang tengah diperankan oleh Partai Amanat Nasional (PAN) memungkinkan ada maksud lain yang ingin dilakukan oleh Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.
PAN di bawah kepemimpinan Zulkifli Hasan, memang terlihat sedang menjajakan diri untuk lebih terbuka dengan Pemerintahan Joko Widodo – Jusuf Kalla, meski PAN sendiri sudah menegaskan untuk berada di luar pemerintahan dan tetap bergabung dalam Koalisi Merah Putih (KMP).
Nabil menilai, sikap politik PAN lebih dititik beratkan kepada figur Zulkifli sebagai ‎Ketua MPR. Menurutnya, bisa jadi drama politik yang tengah diperankan oleh PAN tidak lain tujuannya untuk mengamankan posisi Zul di MPR. Sebab, ketua MPR juga merupakan reperentasi dari pemerintah.
‎”Ini lebih pada figur ketua-nya sendiri sebagai ketua MPR, Kalau dia menempatkan diri frontal dengan pemerintah, justru tak menguntungkan bagi Zul,” ujar Nabil kepada Obsessionnews, Kamis (7/5/2015).
Nabil menjelaskan, politik dua kaki mengesankan sikap politisi yang oportunis sekaligus pragmatis, cenderung cari aman. Dan saat ini PAN bisa jadi sedang memerankan politik dua kakinya yang lentur tidak kaku. PAN akan memberikan dukungan kepada siapa saja baik pemerintah maupun KMP selagi itu menguntungkan untuk partainya.
“Jadi ini soal menguntungkan atau tidak bagi partai masing-masing,” katanya.
Lagipula kata Nabil, tidak ada salahnya bila PAN memerankan politik dua kaki. Sebab, ‎di KMP juga tidak ada kontrak politik yang pasti yang bisa memberikan keuntungan bagi PAN. Artinya, tidak ada jaminan bahwa KMP akan tetap bertahan solid selama lima tahun mendatang. Selain itu juga tidak ada batasan bagi partai untuk melakukan manuver.
‎”Di KMP sendiri kan tak clear, pembatasan soal manuver masing-masing seperti apa,” jelasnya.
‎Dalam konteks ini, Nabil melihat PAN hanya ingin memposisikan diri sebagai partai yang otonom, tidak fanatik buta berada di KMP. Dengan begitu, PAN bisa lebih leluasa untuk memberikan dukungan kepada pemerintah. Namun, disaat-saat tertentu PAN juga merasa tidak keberatan untuk mengkritisi kebijakan pemerintah.
“PAN ingin menjaga keseimbangan antara 2 ekstrim: Pemerintah Vs KMP,” tutupnya.
‎Gelagat PAN ingin mendekati pemerintah, bisa diliat ketika Kongres PDI-P di Bali bulan lalu. Zulkifli satu-satunya pimpinan Parpol dari KMP yang mau hadir pada acara pembukaan Kongres. Kemudian, Zulkifli bersama Ketua Dewan Pertimbangan PAN Sutrisno Bachir juga sempat berkunjung ke Istana menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Zulkifli meminta Jokowi hadir dalam Rakernas PAN pada Rabu (5/5/2015). Namun, sebelum Rakernas dimulai Zulkifli juga sempat bertemu dengan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri. Hal ini jelas tidak pernah terjadi pada ketua umum PAN sebelumnya Hatta Rajasa yang lebih terkesan menutup diri.
Benar saja, Jokowi bersama Megawati menyempatkan waktu untuk hadir dalam acara Rakernas PAN. Acara itu juga dihadiri oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie, Ketua Umum PKB Muhaimin, Ketua Umum Hanura Wiranto, dan tokoh politik yang lain.  (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.