Rabu, 29 September 21

Polisi Wajib Beri Jaminan Keamanan Hakim yang Diteror

Polisi Wajib Beri Jaminan Keamanan Hakim yang Diteror

Jakarta, Obsessionnews ‎- Komisi III DPR RI merasa prihatin atas peristiwa yang terjadi pada tiga hakim Pengadilan Negeri Pinrang Sulawesi yang mengungsikan diri bersama keluarganya karena mendapat ancaman setelah memvonis pasangan suami istri terpidana narkoba dengan hukuman mati.

“DPR prihatin dengan teror itu dan meminta aparat Polisi segera melindungi hakim bersangkutan,” ujar Anggota Komisi III DPR Nasir Djamil kepada Obsessionnews, Selasa (16/5/2015).

Persoalan ini menjadi penting dimana hakim yang bertugas memeriksa dan memutus perkara ‎sesuai dengan fakta persidangan justru mendapat ancaman teror. Bila ini terus terjadi pada hakim yang lain dikhawatirkan akan mempengaruhi objektifitas hakim untuk memvonis dengan adil dan benar berdasarkan fakta yang ada.

Nasir pun menjelaskan, ‎hakim juga memiliki hak yang sama untuk mendapat perlindungan keamanan dari Kepolisian seperti yang lain. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Pasal 100 tentang Narkotika.

‎Dalam pasal tersebut disebutkan, “Saksi, pelapor, penyidik, penuntut umum dan hakim yang memeriksa perkara tindak pidana Narkotika beserta keluarganya wajib diberi perlindungan oleh negara dari ancaman yang membahayakan diri, jiwa dan/atau hartanya baik sebelum,selama maupun sesudah proses pemeriksaan perkara.”

Adapun tata cara perlindungannya kata Nasir, diatur lebih jelas dalam pasal 35 Peraturan Pemerintah no 40 Tahun 2013 tentang pelaksanaan UU Nomor 35 Tahun 2009‎. “Jadi Komisi III tetap meminta agar tegar dan tetap konsisten dalam menjalankan profesi sebagai hakim‎,” jelas Nasir politisi dari Partai Keadilan Sejahtera tersebut.

Sebelumnya diberitakan, tiga majelis hakim PN Pinrang, yang diketuai‎ Hakim Fitria Ade Maya serta dua anggota Divo Aryanto dan Muh Firman Akbar mengaku ketakutan setelah memvonis mati pemilik narkoba seberat 6,85 Kg yang dilakukan oleh pasangan suami istri Dawang dan Muna.

Tiga hakim ini lantas mengungsikan diri bersama keluarga ke Makasar dan meminta jaminan keselamatan lantaran nyawanya diancam oleh orang tidak dikenal. ‎Mereka menduga ancaman tersebut datang dari orang yang tidak senang atas vonis mati untuk terpidana narkoba. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.