Selasa, 20 Oktober 20

Polisi Usut Kasus Ronaldo Perkosa Wanita

Polisi Usut Kasus Ronaldo Perkosa Wanita

Kepolisian Las Vegas (LVMPD) resmi membuka investigasi kasus dugaan pemerkosaan yang dilakukan Cristiano Ronaldo kepada seorang wanita, Kathryn Mayorga, di sebuah hotel di Las Vegas pada 2009 silam.

Pihak kepolisian di Las Vegas akan mengirim detektif untuk menginvestigasi kasus heboh yang menyeret nama Ronaldo ini. Kathryn mengaku dirinya diserang secara seksual oleh Ronaldo di sebuah kamar hotel di kota AS tahun 2009.

Seperti diketahui, kasus tersebut dipublikasikan majalah Jerman Der Spiegel yang memuat pengakuan seorang wanita bernama Kathryn Mayorga bahwa dirinya diperkosa Ronaldo di Las Vegas. Ronaldo juga diklaim memberinya uang senilai $375 ribu untuk tutup mulut.

Mayorga lantas melaporkan diri kepada polisi pada pekan lalu dan LVMPD menindaklanjutinya dengan membuka ulang kasus ini.

“Ketika laporan dicatat, korban tidak memberikan lokasi insiden maupun deskripsi tersangka. Pada September 2018, kasus ini akan dibuka ulang dan detektif kami akan mengusutnya melalui informasi yang tersedia,” demikian pernyataan resmi dari LVMPD dikutip dari BBC.

Sementara itu, kuasa hukum Ronaldo akan menuntut Der Spiegel. Christian Schertz, selaku pengacara Ronaldo, mengatakan bahwa berita tersebut bukan cuma hoaks namun juga ilegal. Schertz juga menyebut kasus ini sebagai pencemaran nama baik paling serius dalam beberapa tahun terakhir.

Ronaldo sendiri sudah memberi tanggapan lewat Live Video di akun Instagram pribadinya setelah mendapat pertanyaan dari pengikutnya. Ia menjawab, “Tidak, tidak, tidak, tidak, tidak. Yang mereka katakan adalah kabar bohong”.

“Mereka ingin mendompleng nama saya, itu normal. Mereka ingin terkenal dengan menyebut nama saya, ya, namun ini adalah bagian dari pekerjaan. Saya adalah pria bahagia dan semuanya bagus,” tegas penyerang Juventus ini. (goal.com)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.