Senin, 18 November 19

Polisi Tindak Tegas Geng Motor yang Resahkan Warga

Polisi Tindak Tegas Geng Motor yang Resahkan Warga
* Geng motor yang sempat viral tebar ancaman. (Foto: motorplus)

Jakarta, Obsessionnews.com – Sungguh miris kalau kita melihat dan mendengar kisah atau kejadian yang dapat memalukan wilayah DKI Jakarta. Mengapa demikian? Bulan suci Ramadan, yakni bulan yang sering disebut sebagai bulan yang suci, penuh berkah, dan penuh ampunan bagi umat Islam di seluruh dunia dinodai oleh oknum-oknum yang melakukan tindakan anarkis, bahkan sampai  tawuran.

 

Baca juga:

Tiga Orang Luka Akibat Ulah Geng Motor di Depok

Empat Anggota Geng Motor Pelaku Penjarahan di Depok Positif Gunakan Narkoba

Sebelum Beraksi Anggota Geng Motor Tenggak Miras Dulu

 

Selama 8 hari puasa ini aksi tawuran di wilayah Jakarta kerap kali terjadi. Seperti pada Selasa (7/5/2019), aksi tawuran terjadi di Jalan Amsar, Jagakarsa, Jakarta Selatan menewaskan seorang pelajar FF (16). FF meninggal akibat luka bacok di tubuhnya.

Kemudian, pada Rabu (8/5), tawuran terjadi di Jalan Raya Lenteng Agung Timur, Jagakarsa. Peristiwa ini menimbulkan seorang pelajar AL (16) meninggal.

Kasat Reskrim Polres Jaksel Kompol Andi Sinjaya Ghalib mengatakan, saat itu korban sedang nongkrong bersama teman-temannya. “Tiba-tiba rombongan bermotor tersebut turun dan menyerang korban dan teman-temannya yang mengakibatkan korban luka bacok di bagian leher,” katanya.

Korban kemudian dibawa ke rumah sakit. Namun nyawa korban tidak tertolong. “Dari hasil penyelidikan Polres Jaksel dan Polsek Jagakarsa diamankan 5 orang yang diduga kelompok motor yang datang di TKP,” tuturnya.

 

Baca juga:

Sebelum Beraksi Anggota Geng Motor Tenggak Miras Dulu

Polisi Tangkap ‘Geng Motor’ yang Aniaya Korban di Jagakarsa

Geng Motor Bandung Palak Sherina Munaf

 

Selanjutnya, pada Jumat (10/5) dini hari tadi, sekelompok geng motor berkonvoi di wilayah Manggarai, Setiabudi. Mereka berkeliling dengan menggunakan motor sambil membawa senjata tajam. Aksi mereka direkam video oleh kawannya dan tersebar di media sosial.

Terkait video tersebut, Andi mengatakan bahwa para pelaku berkonvoi mulai dari Tanah Abang, Jakarta Pusat. “Gerombolan dari Tanah Abang Karet Bivak-Terowongan Land Mark-melintas Jl Sultan Agung pukul 21.00 lurus terus Manggarai sampai di Matraman lanjut bentrok di wilayah Pramuka (wilayah Jaktim),” katanya.

Tak hanya di wilayah Jaksel, di daerah Jakarta Timur (Jaktim) juga terjadi hal yang serupa. Seperti yang terjadi baru kemarin, Minggu (12/5) terjadi tawuran di Jl Matraman, Jatinegara, Jaktim.

Dalam aksi tawuran itu, Polres Metro Jaktim mengamankan 31 pemuda yang melakukan konvoi saat sahur. Gerombolan anak muda itu diketahui konvoi dari arah Bekasi menuju kawasan Matraman.

“Mereka rata-rata dari wilayah Bekasi, konvoi menuju ke Istiqlal, kemudian berhenti di wilayah Matraman, Jakarta Timur. Di situlah kami mencoba mengamankan,” kata Kapolres Jaktim Kombes Ady Wibowo, di Polres Jakarta Timur, Jl Matraman Raya, Jatinegara, pada Minggu (12/5).

Berkat kesigapan pihak kepolisian, gerombolan anak muda tersebut diamankan sebagai langkah antisipasi aksi tawuran hingga balap liar. Mereka semua melakukan hal tersebut dengan alasan sahur on the road.

Namun polisi tidak menemukan adanya senjata tajam dari gerombolan anak muda yang diamankan. Selain itu, pemuda yang diamankan tersebut  juga masih di bawah umur.

Untuk itu, pihak kepolisian melakukan pembinaan terhadap 31 anak muda yang diamankan. Dia khawatir, gerombolan yang konvoi lintas wilayah ini bisa menimbulkan gesekan di tengah masyarakat.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga turut menanggapi video aksi geng motor yang melakukan konvoi dan hendak melakukan tawuran itu. Anies mengaku akan menggandeng kepolisian untuk menertibkan geng motor yang meresahkan di Bulan Ramadan ini.

“Kita bekerja sama dengan aparat kepolisian, nanti yang akan melakukan penindakan-penindakan apabila menyangkut pelanggaran-pelanggaran pidana,” kata Anies.

Dia berharap tokoh masyarakat mengajak warga sekitarnya menjaga betul perilaku anak-anaknya. Kegiatan seperti balap liar hingga tawuran harus betul-betul dihindari.

Langkah itu disebut sebagai upaya untuk menghentikan kegiatan tersebut. Sebab jika hanya dengan penegakan aturan, maka kejadian serupa akan terulang.

Untuk itu, bulan puasa ini seharusnya diisi dengan kegiatan yang sifatnya positif. Dengan cara itu dimungkinkan warga DKI Jakarta dapat hidup tenang dan damai dalam menjalankan ibadah puasa di tahun ini. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.