Rabu, 27 Oktober 21

Polisi Tangkap Pemilik Biro Haji Tipu Rp17 Miliar

Polisi Tangkap Pemilik Biro Haji Tipu Rp17 Miliar
* Kantor Kementerian Agama RI.

Jakarta, ObsessionnewsWaspada jika ingin naik haji atau menjalankan umroh ke tanah suci, terutama dalam memilih biro perjalanan. Petugas dari Polda Banten berhasil menangkap pemilik biro perjalanan yang menipu calon jemaah Rp17 miliar lebih.

“Pelaku berhasil menipu 978 jamaah dengan total kerugian mencapai Rp9,629 miliar. Sedangkan koordinatornya, YK, berhasil menipu 1.061 jamaah dengan total kerugian mencapai Rp8,106 miliar lebih,” kata Kasubdit II Ditkrimum Polda Banten, AKBP Agus Nugraha,  Kamis (17/3/2016).

Baca juga:

Duh, Tambahan Kuota Haji Buat Indonesia Belum Jelas

Santunan Korban Crane Jemaah Haji Indonesia Segera Cair

Pondokan Jamaah Haji Indonesia Harus Dekat Mina

Bandung Minta Kuota Haji Ditambah

Menurutnya, pihaknya cepat mengungkap kasus ini, berkat laporan akurat dari Kementerian Agama RI.

Direktur Pembinaan Haji dan Umrah, Kementerian Agama,  Muhajirin Yanis (Foto: Humas Kemenag)
Direktur Pembinaan Haji dan Umrah, Kementerian Agama, Muhajirin Yanis (Foto: Humas Kemenag)

Direktur Pembinaan Haji dan Umrah Muhajirin Yanis, Ditjen Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) telah melaporkan penyelenggara umrah tanpa izin dari Kementerian Agama (Kemenag), PT Jaya Mandiri Bersama Indonesia,  ke Bareskrim Mabes Polri pada 27 Mei 2015 lalu. Suratnya bernomor: TBL/408/V/2015/Bareskrim, tanggal 27 Mei 2015.

“Alhamdulillah, sudah ada hasil dan kami apresiasi Polri telah menyelesaikan banyak persoalan terkait penyelenggaraan umrah,” kata Muhajirin.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, pada tahun 2013 pelaku sempat memberangkatkan jamaahnya. Kemudian di tahun selanjutnya pelaku tidak memberangkatkan jamaah yang daftar haji dan umroh di PT Jaya Mandiri Bersama Indonesia, milik pelaku.

Mantan Kakanwil Kemenag Gorontalo ini berharap masyarakat tidak takut untuk melaporkan setiap aksi penipuan yang dilakukan travel umrah nakal kepada Kemenag dan Polri agar bisa diproses secara hukum.

Kepada penyelenggara umrah maupun haji yang berizin resmi dari Kemenag, Yanis meminta agar dapat melayani jamaahnya dengan baik sesuai perjanjian.

Yanis juga meminta agar travel yang tidak berizin umrah maupun haji agar segera menutup aktivitasnya. “Cepat atau lambat kami akan hadir untuk melakukan penertiban,” tegasnya. (rez)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.