Selasa, 25 Januari 22

Polisi Selidiki Mafia Pemalsu SKTM

Polisi Selidiki Mafia Pemalsu SKTM
* Ridwan Kamil

Bandung, Obsessionnews – Pihak Kepolisian saat ini tengah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah mafia yang diduga menjadi pemalsu Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) pada proses Penerimaan Peserta.Didik Baru (PPDB) tingkat SMP dan SMA di Kota Bandung.

Demikian disampaikan Walikota Bandung Ridwan Kamil. Senin (6/7/2015) Menurut Emil sapaan akrab Ridwan Kamil dari tahun ke tahun para mafia selalu memanipulasi hak-hak orang-orang yang baik dan selalu mengintimidasi para Lurah dengan menurunkan sejumlah preman.

Emil berharap hari Kamis di minggu ini hasil pemeriksaan dari Kepolisian sudah ada dan jumpa pers dari Polrestabes Bandung terkait hasil pemeriksaan tersebut.

“Sekarang polisi sedang melakukan pemeriksaan. Mudah-mudahan hari Kamis ada kabar, sehingga tahun ini kita akan berhentikan kejahatan di dunia pendidikan,”ujar Ridwan Kamil.

Ridwan Kamil juga mengingatkan selain mafia SKTM pihaknya dengan kepolisian sedang melakukan penyelidikan tempat bimbingan belajar (bimbel) yang memalsukan atau menjual NEM kepada peserta didik.

“Pemalsu dan penjual NEM itu katanya harus bayar sekitar 20 jutaan. Itu juga sedang diproses minggu ini,” ungkapnya.

Ia menuturkan akan terus memproses kejahatan pendidikan di Kota Bandung. Karena merugikan anak didik terutama psikologis anak didik, Emil juga mengklaim akan melindungi anak didik untuk tetap dapat bersekolah.

emil ppdb1

Namun jika para orangtua murid ketahuan memalsukan SKTM, maka akan berdampak juga pada anaknya. Emil menambahkan jika anak tersebut dipastikan tidak bisa bersekolah di sekolah tujuannya dan diberi kesempatan untuk mengenyam pendidikan di sekolah swasta.

“Kan masih ada sekolah swasta, itu sebagai hukuman dari dia yang mengambil jatah yang bukan haknya. Sebenarnya bangku sekolah itu cukup, cuman dibagi dua ada yang negeri dan swasta,”imbuhnya.

Emil juga menegaskan untuk yang benar-benar merasa kurang mampu membiayai sekolah dan memiliki SKTM yang benar, tidak perlu takut apalagi mengundurkan diri. Justru ia akan melindungi kelompok pra sejahtera tersebut.

“Saya bilang bagi yang betul-betul merasa miskin, jangan takut. Kan justru susah membedakan mana yang betul-betul miskin. Kalau tidak diupayakan begini, gak akan ketemu masalahnya,”tuturnya. (Dudy Supriyadi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.