Jumat, 1 Juli 22

Polisi Segera Ungkap Kasus Dufi

Polisi Segera Ungkap Kasus Dufi
* Ilustrasi profesi wartawan dan Dufi.

Jakarta, Obsessionnews.com – Meninggalnya wartawan Abdullah Fitri Setiawan yang diduga dibunuh menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan rekan-rekannya sesama wartawan. Tak hanya itu, berita ini juga membuat kalangan tokoh politik dan wartawan angkat bicara.

Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie mengecam atas kejadian ini. Dia mengaku sepanjang sejarah republik ini sudah berulang kali mendengar kasus kekerasan terhadap wartawan, apalagi wartawan yang sedang meliput peristiwa konflik atau sedang mengungkap kasus yang memang sensitif, seperti korupsi dalam skala besar dan lain sebagainya.

“Kami kecam betul, karena wartawan atau pewarta tugas utamanya itu memberitakan data dan fakta kepada masyarakat, harus dilindungi,” ujarnya di Komnas Perempuan, Jakarta, Senin (19/11/2018).

Menurutnya, kriminalisasi terhadap wartawan sama saja dengan kriminalisasi terhadap salah satu pilar demokrasi Indonesia. “Dan ini kita kecam,” tegasnya.

Dia berharap pelakunya harus diusut tuntas, siapapun yang bertanggung jawab termasuk jika ini menyangkut kepada orang yang berkuasa, harus diseret sesuai dengan proses hukum yang berlaku.

Sementara itu Ikatan Jurnalis UIN (IJU) Jakarta juga turut berduka cita yang mendalam atas meninggalnya pria yang akrab disapa Dufi ini.

Seperti diketahui Abdullah Fithri Setiawan ditemukan meninggal dunia dan setelah diotopsi kepolisian, ditemukan beberapa luka terbuka bekas kekerasan terhadap korban.

Untuk itu IJU mendesak kepolisian untuk mengusut tuntas motif pelaku yang menyebabkan meninggalnya Abdullah Fithri Setiawan.

“Kedua, mengungkap dan menangkap pelaku,” kata Ketua Umum IJU Jakarta Rahmatullah.

Ketiga, lanjut dia, menghukum pelaku seberat-beratnya sesuai dengan Undang-Undang yang belaku.

Hal senada juga dikatakan oleh wartawan senior Darman yang menyebutkan kematian Dufi masih diliputi tabir dan misteri. Tak sedikit pula pihak yang menganggap peristiwa tersebut penuh kejanggalan.

Pasalnya, ditemukan sejumlah luka bekas tusukan senjata tajam pada beberapa bagian tubuh korban. Jika menjadi korban perampokan, mobil milik korban tidak hilang.

Dufi sendiri diketahui tewas dengan kondisi yang tak wajar. Selain luka tusuk di leher, jenazahnya kemudian dimasukkan ke dalam drum plastik warna biru.

“Pelaku pembunuhan keji itu harus terus diburu aparat kepolisian sampai tertangkap,” ujar pria yang akrab disapa Gus Dar ini.

Dia berharap pihak kepolisian bisa segera mengungkap penyebab kematian korban yang dibunuh secara tragis lalu dimasukkan dalam drum biru ini.

Menurut Gus Dar, meski belum jelas apakah korban dibunuh karena motif perampokan atau karena latar belakang profesi korban selama ini yang pernah bekerja di media massa. “Polisi harus bekerja keras mengungkap motif pembunuhan ini,” tutupnya.

Untuk diketahui, pekerja di Stasiun Televisi Muhammadiyah Abdullah Fithri Setiawan (Dufi) ditemukan tewas pada Minggu 18 November 2018 pukul 06.30 WIB di Kawasan Industri Kembangkuning, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Setelah diotopsi oleh pihak kepolisian ditemukan beberapa luka terbuka bekas kekerasan terhadap korban. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.