Kamis, 30 Juni 22

Polisi Minta Pengadilan Umumkan Korupsi PM Israel

Polisi Minta Pengadilan Umumkan Korupsi PM Israel
* Netanyahu dan istri

Kepolisian rezim Zionis Israel mengumumkan, bukti-bukti dugaan korupsi yang dilakukan oleh perdana menteri rezim itu dan istrinya sudah cukup dan meminta pengadilan untuk mengumumkan kejahatan korupsi Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dan istrinya itu.

Fars News melaporkan, permohonan kepolisian Israel yang disampaikan hari ini, Ahad (2/12/2018), terkait kasus 4.000 Benjamin Netanyahu yang menyeret perdana menteri Israel itu ke tuduhan pemberian dana jutaan dolar kepada Saul Elovitch, pemilik perusahaan Bezeq dan dukungan media dari situs berita Walla untuk diri dan keluarganya.

Polisi Israel menambahkan, terkait pelanggaran hukum direksi perusahaan Bezeq juga sudah diperoleh bukti-bukti yang cukup.

Unjuk rasa di Israel. (ParsToday)

Korupsi Netanyahu Picu Demonstrasi di Israel
Unjuk rasa memprotes penanganan kasus korupsi PM Israel, Benyamin Netanyahu kembali terjadi di wilayah Palestina Pendudukan.

Para demonstran menggelar aksi protes di depan kediaman Avichai Mandelblit, penasehat hukum kabinet Israel di kota Petah Tikva.

Mereka menilai pihak pengadilan lamban dalam menangani kasus korupsi Netanyahu.

Gelombang unjuk rasa serupa juga terjadi di berbagai tempat lain di Palestina Pendudukan sebagai bentuk protes terhadap merebaknya korupsi di tubuh kabinet rezim Zionis.

Pada 2 Januari 2017, Netanyahu mulai diinterogasi atas tuduhan korupsi dan menerima suap senilai jutaan dolar dari sebuah perusahaan Jerman.

Kasus paling besar yang melilit Netanyahu adalah dakwaan suap senilai satu juta dolar dari pengusaha Perancis, Arnaoud Mimran yang dipergunakan untuk biaya kampanye perdana menteri.

Selain itu, Netanyahu diinterogasi atas dugaan korupsi dalam kasus pembelian kapal selam dari Jerman senilai lebih dari satu milyar dolar. (ParsToday)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.