Rabu, 3 Juni 20

Polisi Kejar Pelaku Penusukan dan Penyanderaan Kapolsek Pelepat

Polisi Kejar Pelaku Penusukan dan Penyanderaan Kapolsek Pelepat
* Ilustrasi penusukan polisi. (Foto: rencongpost.com)

Jakarta, Obsessionnews.comKapolsek Pelepat, Kabupaten Bungo, Jambi, Suhendri disandera dan ditikam oleh warga di Dusun Batu Kerbau. Selain itu enam anggota polisi lainnya juga ikut dikeroyok.

Penyanderaan Kapolsek juga ikut bersama 7 anggota Buser lainnya yang saat itu sedang menangkap dua orang pelaku Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI). Namun saat keluar dari Desa Baru dan Desa Batu Kerbau langsung dihadang masyarakat di tengah jalan dengan tujuan meminta mengembalikan warga desa yang ditangkap polisi.

Aksi penusukan dan penyanderaan terhadap anggota polisi itu terjadi pada Minggu (10/5/2020). Saat itu, setelah tim merazia lokasi tambang ilegal, anggota polisi kemudian diadang oleh ratusan warga Desa Belukar Panjang. Massa yang jumlahnya ratusan itu kemudian melakukan perlawanan hingga berujung pada penusukkan dan penyanderaan anggota polisi.

Kemudian pada proses negosiasi dan pembebasan itu, tim langsung turun ke lokasi terdiri atas personil Polres Bungo dan Polsek jajaran, Lidik Subdit IV Ditreskrimsus Polda Jambi, dibantu personel dari Kodim Muaro Bungo. Pasukan bergerak menuju Desa Belukar Panjang tempat di lokasi penyanderaan.

Namun saat tim pembebasan sandera tiba di lokasi, massa atau warga tidak lagi berkumpul di lokasi tersebut dan hanya terdapat beberapa tokoh masyarakat yang masih di lokasi. Anggota polisi langsung bernegosiasi dengan tokoh masyarakat setempat.

Sementara itu, Polisi masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku penganiayaan Kapolsek Pelapat AKP Suhendri dan penyekapan 7 anggota di Kabupaten Bungo, Jambi.

“Tim masih melakukan pencarian terhadap para pelaku dan mengimbau lewat aparatur desa agar menyerahkan diri,” tutur Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (12/5).

Menurut Ramadhan, tim gabungan telah membebaskan para sandera dan memberikan penanganan medis terhadap Kapolsek yang mengalami penusukkan di bagian bokong.

“15 Personel tiba di lokasi penyanderaan dan menemukan 2 kendaraan yang digunakan personel dengan kondisi kaca pecah karena diamuk masa. Saat ini kondisi seluruhnya dalam keadaan sehat. Kondisi Kapolsek yang mengalami luka tusuk di bagian bokong sudah menjalani perawatan dan melaksanakan aktivitas kembali,” jelas dia.

Seperti diketahui, AKP Suhendri mengalami penganiayaan sehingga menyebabkan luka tusuk pada bagian bokong. Peristiwa itu terjadi saat Kapolsek memimpin razia penertiban penambangan emas tanpa izin (PETI). Bahkan, dalam penertiban tambang ilegal itu, 7 orang anggota polisi ditawan oleh massa yang jumlahnya mencapai ratusan. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.